Sepatu Baru dari KJP

Nur Azizah    •    Selasa, 18 Oct 2016 10:40 WIB
kjp
Sepatu Baru dari KJP
Seorang anak menunjukkan Kartu Jakarta Pintar miliknya -- ANT/Angga Yuniar

Metrotvnews.com, Jakarta: Memiliki sepatu baru adalah hal mewah bagi Bebi Anggraini. Ia harus menabung saban hari demi mengganti sepatu sekolahnya yang robek di sisi kiri dan kanannya.

Seperak, dua perak terus dikumpulkan Bebi demi mewujudkan impiannya memiliki sepatu baru. Impian yang sedderhana sebenarnya, tapi luar biasa bagi Bebi yang ayahnya bekerja sebagai sopir dengan penghasilan Rp1 juta per bulan.

Ibu Bebi juga ikut membanting tulang untuk membuat dapur terus mengepul. Kerja serabutan pun dilakoni, dari menjadi tukang ojek hingga berjualan kue.

"Kalau mau apa-apa harus nabung dulu. Padahal baju juga sudah jelek," kata Bebi kepada Metrotvnews.com di SDN O5 Pagi Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Senin (17/10/2016).

Untunglah, kondisi itu tak berlarut. Dua tahun belakangan, Bebi bisa merasakan manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP) dari Pemerintah Provinsi DKI. Gadis 12 tahun itu pun tak lagi harus menunggu lama hingga uang terkumpul untuk membeli perlengkapan sekolah.

"Sekarang sudah punya KJP. Sudah bisa beli sepatu atau seragam sekolah pakai itu (KJP)," kata Bebi sambil tersipu.


KJP juga dapat digunakan untuk naik busa TransJakarta -- MI/Arya Manggala

Hal serupa diungkapkan Najwa Fathani. KJP sangat membantu dirinya dan keluarga untuk membeli buku atau sepatu.

"Dulu kalau pakai sepatu sampai jebol bawahnya, kadang malu," kata gadis berkacamata itu.

Cholilah, orang tua Bebi, berharap program KJP tak berakhir di tingkat SMA. Ia ingin anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan hingga strata satu.

"Kami butuh KJP sampai kuliah, karena anak kami ingin kuliah," ungkapnya.

(Baca: KJP Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Direalisasikan Tahun Depan)

Sementara itu, Kasubbag TU Pusat Perencanaan, Pengendalian Pendanaan Pendidikan Personal, dan Oprasioal (6O) Dinas Pendidikan DKI Jakarta Suharso mengatakan, penerima KJP setiap tahunnya terus meningkat. Pada 2015, ada 561.400 peserta didik penerima KJP. Sedangkan pada 2016, tercatat ada 531.700 peserta didik penerima KJP.

(Baca: Penerima KJP Terus Meningkat)

Pemprov DKI menganggarkan Rp2,4 triliun untuk membantu pendidikan warga miskin. Bantuan itu disalurkan kepada peserta didik sesuai tingkat pendidikannya.

Siswa SD negeri mendapat bantuan Rp210 ribu per bulan. Sementara siswa swasta mendapat bantuan lebih besar, yakni Rp340 per bulan.

"Ini dikarenakan biaya SD swasta lebih mahal. Kalau sekolah negeri sudah banyak dapat bantuan dari pemerintah," jelas Suharso saat ditemui di Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Kemudian, siswa SMP negeri mendapat bantuan Rp260 per bulan dan siswa SMP swasta Rp430 per bulan. Bagi siswa SMA negeri mendapat Rp375 per bulan dan siswa SMA swasta Rp665 per bulan.

Suharso berharap, tak ada lagi siswa putus sekolah di Jakarta karena alasan tak memiliki biaya. Ia menyarankan, siswa tidak mampu segera menajukan diri untuk mendapat bantuan ke sekolah masing-masing.

"Syaratnya, dia harus memiliki Kartu Keluarga DKI, tinggal di DKI, sekolah di DKI, dan dari warga tidak mampu. Nanti sekolah yang akan mensurvei ke rumah anak tersebut," ujarnya.

 


(NIN)

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

2 hours Ago

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Setya Novanto menjadi pintu masuk Kom…

BERITA LAINNYA