DKI Masih Mengkaji Penaikan Tarif Parkir

Nur Azizah    •    Jumat, 07 Dec 2018 15:25 WIB
tarif parkir
DKI Masih Mengkaji Penaikan Tarif Parkir
Ilustrasi--Tarif parkir di Kawasan Monumen Nasional. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta bakal menaikkan tarif parkir untuk kendaraan roda dua dan empat di DKI Jakarta. Rencananya, kebijakan itu akan dilaksanakan pada 2019.

Kenaikan tarif parkir akan diterapkan di tempat parkir on street atau di bahu jalan dan parkir off street atau di dalam area gedung. Namun, Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta
Sigit Widjatmoko belum mau menyebut kenaikan harga tarif parkir tersebut.

"Masih dalam proses kajian," kata Sigit dalam pesan singkat, Jumat 7 Desember 2018.

Kajian itu, kata Sigit, dilakukan Dishub DKI bersama konsultan serta tim pakar transportasi. Kajian juga melibatkan unsur masyarakat, pengguna transportasi umum, pemilik gedung, serta operator parkir swasta.

"Nanti setelah rampung kajiannya (kenaikan tarif parkir) akan diumumkan," tutur dia. 

Baca juga: DPRD DKI Setuju Wacana Kenaikan Tarif Parkir

Sigit menyampaikan, kenaikan tarif parkir sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa, Analisis Dampak, serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas. Pasal 79 ayat 1 menyebut pembatasan lalu lintas kendaraan perseorangan dan pembatasan kendaraan barang dapat dilakukan dengan pengenaan retribusi pengendalian lalu lintas.

Sigit menuturkan, bila tarif parkir benar-benar dinaikkan, Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2017 tentang Tarif Layanan Parkir, Denda Pelanggaran Transaksi dan Biaya Penderekan/Pemindahan Kendaraan Bermotor akan direvisi. Saat ini Pergub itu masih menjadi dasar hukum tarif parkir di Jakarta.

Pergub itu mengatur tarif parkir mobil minimal Rp3.000 dan maksimal Rp12 ribu per jam, sementara motor Rp2.000 sampai Rp6.000 per jam. Rencana kenaikan tarif parkir ini berkaitan dengan upaya Pemprov DKI untuk mengurai kemacetan di Jakara. 




(REN)