Warga `Dipaksa` Membiasakan Diri dengan Kemacetan di Ibu Kota

Deny Irwanto    •    Selasa, 05 Sep 2017 13:51 WIB
kemacetan lalulintas
Warga `Dipaksa` Membiasakan Diri dengan Kemacetan di Ibu Kota
Kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Foto: MI/Arya

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga yang melintasi Jalan Mampang Prapatan dan sekitarnya tidak cukup hanya memiliki kemampuan berkendara. Mereka harus memiliki kesabaran ekstra agar tidak terlibat perseteruan di tengah kemacetan lalu lintas.
 
Saat ini, di kawasan tersebut sedang dibangun underpass yang proyeknya memakan sebagian ruas jalan. Tak hanya itu, kemacetan juga diperparah dengan pembangunan jalan layang Pancoran dan pembangunan kereta ringan LRT.

Baca: Mampang Prapatan Hanya Lengang saat Tengah Malam

"Saya sih sudah tahu kondisi jalan seperti ini, jadi dibiasakan saja semenjak ada pembangunan ini. Sabar-sabar kalau lewat sini, ribut mau klakson-klakson juga percuma, karena memang macet," kata salah satu pengedara sepeda motor, Ahmad di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa 5 September 2017.
 
Ahmad setiap hari kerja berangkat dari rumahnya di kawasan Pasar Minggu, melalui Jalan Warung Jati Barat-Jalan Mampang Prapatan-Jalan HR. Rasuna Said untuk ke tempat kerjanya di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat.

Baca: Polisi Rekayasa Lalu Lintas Perempatan Mampang

Ahmad sempat mengeluhkan pembangunan yang dilakukan serentak dan memakan sebagian ruas jalan. Menurutnya, kini jarak tempuh dari rumah ke tempat kerjanya semakin lama.
 
"Normalnya sih kalau macet-macet lampu merah saja cuma satu jam perjalanan, bahkan enggak sampai satu jam. Tapi semenjak ada ini, pernah sampai dua jam perjalanan," keluh Ahmad.
 
Ahmad berharap pembangunan cepat rampung, sehingga batas proyek yang memakan jalan bisa disingkirkan agar ruas jalan kembali normal.




(FZN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA