BPOM Akan Kendalikan Penyalahgunaan Dumolid

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 09 Aug 2017 22:19 WIB
narkobanarkotika
BPOM Akan Kendalikan Penyalahgunaan Dumolid
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus obat dumolid yang menyeret artis menjadi pelajaran penting bagi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Atas dasar itu Kepala Badan POM RI Penny Kusumastuti Lukito menyebut pihaknya tak akan membatasi peredaran dumolid.

"Dumolid kan kebutuhannya masih ada, itu kan penyalahgunaannya yang akan kita kendalikan, ya banyak obat yang masih," katanya di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu 9 Agustus 2017.

Ada dua hal tentang obat yang perlu diketahui, terkait kasus dumolid. Pertama yakni obat yang disalahgunakan dan statusnya menjadi ilegal. Sehingga status peredarannya ditarik BPOM.

Biasanya obat yang masuk klasifikasi itu adalah yang mempengaruhi syaraf pusat, dan banyak disalahgunakan. Sementara dumolid berada dalam poin kedua, yakni obat dengan kegunaan yang diperbolehkan dokter dan legal.

Seperti diketahui, obat tersebut memiliki kegunaan membantu pengidap insomnia untuk tidur. Tentunya butuh strategi tersendiri guna mengendalikan penggunaan dumolid.

"Tapi yang jelas segala bentuk penyalahgunaan, apakah itu produk illegal atau legal itu perlu kita tangani dengan strategi, yang benar dan sifatnya lintas sektor, dari hulu hingga hilir," imbuh Penny.

Misalnya dari sektor hulu, BPOM dan Kementerian/lembaga terkait lain harus menyisir bagaimana obat itu diproduksi, apakah legal atau ilegal. Terutama jika terkait pembuatan obat keras, yang membutuhkan resep dokter.

Penyisiran bakal dilakukan hingga proses serag terima apoteker melalui resep. "Tapi kalau ada penyalahgunaan nah disitulah kita badan BPOM dan lintas sektor akan melakukan strategi pengendaliannya," pungkas Penny.


(LDS)