Sandi Pastikan Komite PK dan Inspektorat tak Tumpang Tindih

Ilham wibowo    •    Jumat, 05 Jan 2018 03:39 WIB
tim gubernur anies-sandi
Sandi Pastikan Komite PK dan Inspektorat tak Tumpang Tindih
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Foto: MTVN/Haifa

Jakarta: Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku yakin tugas Komite Pencegahan Korupsi (PK) dengan inspektorat Pemprov DKI tak akan akan tumpang tindih. Keduanya memiliki tugas dan fungsi masing-masing.

"Oh tidak, kita akan pastikan mereka melakukannya secara komplementer bukan tumpang-tindih," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis 4 Januari 2018.

Meski, kedua institusi itu memiliki tugas dan fungsi yang tidak jauh berbeda, Sandi mengatakan justru itu mereka akan bekerjasama dan berkoordinasi. Namun, Sandi enggan menyebutkan posisi mana yang lebih tinggi. Sandi hanya menyebutkan keduanya bersifat koordinasi.

"Berkoordinasi kita, berkoordinasi," ujarnya. 

Sandi meminta antara Komite PK dan Inspektorat tak lagi dibenturkan tugas dan kewenangan mereka. Tugas Komite PK hanyalah bersifat pencegahan korupsi.

Baca: Anies Umumkan TGUPP Komite Pencegahan Korupsi

"Jadi jangan dibentur-benturin. Ini justru mereka akan berkoordinasi dan akan kerjasama," ungkapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemarin resmi mengumumkan anggota Tim Gubenur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) komite bidang pencegahan korupsi. Komite ini dibentuk berlandaskan Peraturan Gubernur Nomor 187 tentang Tim Gubenur untuk Percepatan Pembangunan. 

Komite ini beranggotakan lima orang. Diketuai mantan pimpinan KPK 2011-2015  Bambang Widjajanto, beranggotakan Nursyahbani Katjasungkana seorang aktifis LSM HAM, Komjen Oegroseno mantan Wakapolri, Tatak Ujiyati ahli tata pemerintahan, dan Muhammad Yusuf yang sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua TGUPP periode 2014-2017.


(JMS)