Shelter Kampung Akuarium Ditargetkan Rampung Bulan Maret

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 12 Jan 2018 15:24 WIB
penggusuran luar batang
Shelter Kampung Akuarium Ditargetkan Rampung Bulan Maret
Pembangunan shelter di Kampung Akuarium--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Utara ingin memastikan pembangunan shelter sesuai rencana, yakni tiga bulan sejak awal Januari 2018. Jika memungkinkan, shelter bakal rampung Februari 2018. 

"Saya pantau terus supaya pekerjaan lancar. Kita sih berharapnya enggak usah menunggu Maret. Kalau bisa Februari kelar makin bagus," kata Wakil Wali Kota Jakarta Utata Junaedi pada Medcom.id di lokasi, Jumat, 12 Januari 2018.

PT Jaya Konstruksi sebagai penanggung jawab proyek tengah memasang tiang baja ringan di shelter Blok A. Pembuatan fondasi plester juga dilakukan di lahan pembangunan shelter Blok C. Junaedi menyebut dirinya akan rajin menyambangi Kampung Akuarium.

Baca: Shelter Kampung Akuarium Bakal Dilengkapi Fasilitas Wisata

 
Selain untuk pemantauan, kehadiran Junaedi juga untuk memastikan situasi pembangunan berjalan kondusif. Sebab, masih ada pro-kontra terkait tempat tinggal sementara itu. Junaedi ingin memastikan para warga tidak mudah panas dan mendukung berdirinya shelter.

"Saya pantau terus di sini, karena mereka juga masih ada yang mudah panas juga kan. Lokasi dan kondisi seperti ini memang mudah memancing emosi," imbuhnya.

Teddy, tokoh masyarakat Kampung Akuarium membenarkan pernyataan Wakil Wali Kota Jakarta Utara itu. Sebagian pihak yang kontra bisa diredam. Ia tak mau menyebut pihak kontra pembangunan ini berada di wilayah Kampung Akuarium.

Intinya pendapat pihak kontra dianggap tak logis. Sebab Pemprov dan Pemkot sudah berupaya penuh menyediakan tempat tinggal sementara. Sehingga kalau ingin bersuara sumbang, tidak bisa dibenarkan. 

"Mau menentang, apa yang ditentang. Ini sudah dibikinin shelter, dikebut pengerjaannya. Mau enggak setuju apa lagi," sebut Teddy.

Menurut rencana pembangunan shelter ditargetkan selesai selama tiga bulan kedepan. Saat ini Pemkot Jakarta Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menyiapkan tenda bagi warga. Tenda biru dengan kapasitas 17 kepala keluarga (KK) itu berdiri tepat di samping shelter yang sedang dibangun.  Direncanakan ada delapan shelter yang akan menampung 107 warga saat pembangunan berlangsung.



(YDH)