Transjabodetabek Disebut tak Ganggu Operasional Bus Swasta

Dhaifurrakhman Abas    •    Selasa, 13 Mar 2018 10:36 WIB
sistem ganjil genap
Transjabodetabek Disebut tak Ganggu Operasional Bus Swasta
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ), Karlo Manik--Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.

Jakarta: Penambahan 60 unit bus Transjabodetabek jurusan Bekasi-Jakarta disebut tidak akan pengaruhi jumlah penumpang di trayek bus swasta. Sebab pangsa pasar penumpang berbeda.

"Itu levelnya beda. Memang bus reguler tarifnya lebih murah. Namun Transjabodetabek tarifnya Rp20 ribu dan lebih mahal sehingga tidak merusak pasar," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ), Karlo Manik, Selasa, 13 Maret 2018.

Baca: Pemerintah Tampung Keluhan Penerapan Ganjil Genap

Karlo mengatakan Transjabodetabek mengincar pengemudi kendaraan pribadi atau golongan I dan II untuk beralih menggunakan bus Transjabodetabek. "Bukan orang-orang selama menggunakan bus reguler," beber Karlo.

Namun, Karlo tidak melarang pengguna bus swasta reguler untuk turut menggunakan bus Transjabodetabek. Pasalnya, bus itu diklam memiliki fasilitas nyaman dan mumpuni.

"Fasilitas plus ada wifi, colokan usb, searbelt, dan semua penumpang mendapat seat harus duduk. Nah itu standar pelayanan minimum kita. Tidak boleh kurang dari itu," kata dia.



Seperti diketahui, pemerintah tengah mencanangkan tiga paket kebijakan untuk mengurangi kemacetan di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Salah satu kebijakan tersebut adalah membatasi kendaraan pribadi atau golongan I dan II untuk mengakses jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui Gerbang Tol Bekasi Barat dan bekasi Timur. 

Kebijakan itu berlaku dari Senin hingga Jumat terhitung pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB.

Untuk mendukung itu, BPTJ telah menyediakan tambahan bus Transjabodetabek untuk menyokong pengemudi yang biasa mengakses Tol Jakarta-Cikampek. PT Jasa Marga juga memberlakukan Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU) di Tol Jakarta-Cikampek. Lajur ini bisa digunakan untuk semua angkutan umum agar diharapkan bisa menarik minat pengendara untuk beralih menggunakan angkutan umum.


(YDH)