Senegal Buka Jalan Peningkatan Ekspor Indonesia di Afrika Barat

Renatha Swasty    •    Selasa, 11 Dec 2018 07:27 WIB
ekspor-impor
Senegal Buka Jalan Peningkatan Ekspor Indonesia di Afrika Barat
KUAI Dakar Senegal Didik Trimardjono (tengah). (Medcom.id/Renatha)

Dakar: Presiden Joko Widodo ingin  Indonesia terus meningkatkan ekspor non tradisional ke negara di luar tujuan ekspor. Salah satu yang dituju yakni Afrika. 

Senegal menjadi salah satu negara di Afrika Barat yang menjadi prioritas peningkatan ekspor. Lewat Senegal, kini negara-negara di Afrika Barat mulai melirik Indonesia.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Dakar, Senegal Didik Trimardjono mengungkapkan kerja sama perdagangan Indonesia-Senegal terus terjalin dengan baik. Usai pembelian dua unit pesawat CN-235 produksi PT Dirgantara Indonesia, Senegal tertarik bekerja sama lebih. 

“Senegal sudah melakukan transaksi pembelian industri strategis pesawat CN-235, kemudian ada komitmen untuk pembelian lokomotif 10 (unit), lalu komitmen pembelian tank anoa 50 (unit),” beber Didik saat berbincang dengan media di KBRI, Dakar, Senegal, Senin, 10 Desember 2018 waktu setempat. 

Teranyar, Senegal meminta kerja sama dengan Indonesia dalam bidang pertanian khususnya penyediaan pupuk. Pemerintah Senegal diketahui sudah meminta Indonesia untuk membuat sample pupuk. 

Selain itu ada kerja sama yang akan dilakukan PT Wijaya Karya (Wika) dengan pemerintah Senegal untuk membangun Tour de Goree. Pulau yang memiliki sejarah panjang di Senegal itu bakal dibangun menjadi salah satu pusat bisnis dan tempat tinggal paling besar. 

Didik menyebut kesuksesan kerja sama antara Indonesia-Senegal itu menjadi perhatian negara-negara di Afrika Barat. “Senegal menjadi rujukan negara Afrika karena pemimpinnya tegas dan memikirkan pertumbuhan ekonomi,” tutur dia.

Ini, kata dia, bukan cuma isapan jempol semata. Sejumlah negara di Afrika barat sudah melakukan komitmen bahkan melakukan ekspor dari Indonesia. 

“Selain Senagal negara lain: Guinea (Conarky)  sudah beli satu pesawat, Guinea Bisau ingin membeli dua kapal, Abidjan (Pantai Gading) sudah membeli CN-235, negara Siera Leon sudah memberikan list 30 lebih investasi tapi belum kami sampaikan ke pusat,” tutur Didik.

Bantuan juga diberikan pada Gambia di bidang pertanian. Termasuk memberikan bantuan protokoler dan manajemen membuat pertemuan skala internasional. Sebab, Gambia bakal menjadi tuan rumah KTT OKI.

Kepercayaan negara di Afrika ini, lanjut Didik, tak terlepas dari peran Indonesia yang terus melakukan promosi industri strategis. Termasuk hubungan baik kedua negara sejak Konfrensi Asia Afrika. 

“Kerja sama itu membuahkan hasil, promosi kita pada produk industri strategis maupun semuanya dipercaya. Kepercayaan itu oleh negara Afrika lain diikuti, bukan karena ikut ikutan tapi karena melihat best practice yang dilihat di Senegal,” tutur Didik.

Indonesia juga dinilai tidak hanya mencari keuntungan semata dari melakukan ekspor. “Tapi kita memberikan win-win solution,” imbuh dia. 

Peningkatan kerja sama ekspor ini diharapkan mampu menembus target peningkatan ekspor 11 persen ke Afrika pada 2018. Tercatat, ekspor Indonesia ke Senegal pada 2017 mencapai USD95 juta sedang tahun 2016 72,58 juta. 



(LDS)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA