Kakorlantas Minta Pemerintah Tingkatkan Subsisi Angkutan Umum

Damar Iradat    •    Selasa, 13 Mar 2018 13:22 WIB
sistem ganjil genap
Kakorlantas Minta Pemerintah Tingkatkan Subsisi Angkutan Umum
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa. Foto: Medcom.id/Damar Iradat

Jakarta: Pemerintah diminta meningkatkan subsidi untuk angkutan umum. Tujuannya, meringankan biaya transportasi masyarakat menengah ke bawah.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan, pemerintah perlu meningkatkan pelayanan transportasi umum dan memberi subsidi.
 
"Angkutan umum harus disubsidi, naik kereta api juga masih disubsidi. Karena ini adalah angkutan atau transportasi masyarakat menengah ke bawah. Mau kereta api, bus, harus nyaman. Pokoknya memindahkan orang pekerja dari daerah penyangga ke kota itu harus dipikirkan," kata Royke kepada Medcom.id, Selasa, 13 Maret 2018.

Royke juga menjajal TransJabodetabek Premium untuk merasakan penggunaan transportasi umum setelah kebijakan ganjil-genap di Tol Jakarta Cikampek berlaku sejak Senin, 12 Maret 2018.
 
Royke menumpang bus rute Mega Bekasi Hyper Mall-Grogol Podomoro City. Namun, lantaran bus tersebut sepi penumpang, bus akhirnya dialihkan menuju Plaza Senayan.
 
Royke ikut membayar tarif bus sebesar Rp20 ribu. Di perjalanan menuju Plaza Senayan, ia terlihat santai.
 
"Nyaman naik ini, AC dingin, ada wifi lagi," ucap Royke mengawali perbincangan dengan Medcom.id, Selasa, 13 Maret 2018.

Baca: Kebijakan Ganjil Genap di Gerbang Tol Bekasi Dikritik

Royke mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum. Menurutnya, para pekerja mendapat banyak keuntungan jika menggunakan transportasi umum. Di antaranya, tidak cape dan hemat ongkos.
 
"Sekarang banyak karyawan yang kerjanya dari rumah ke kantor, kerja, siang break makan, kerja lagi, terus pulang. Ngapain bawa mobil sendiri?" ucap dia.
 
Menurutnya, dengan transportasi umum, pekerja bisa beristirahat selama perjalanan. Selain itu, ongkos juga lebih murah.
  
Perjalanan menggunakan bus TransJabodetabek Premium pagi tadi juga cukup lancar. Berangkat dari Bekasi sekitar pukul 09.30 WIB, tiba di tujuan sekitar pukul 10.30 WIB.
 
Bus dengan kapasitas kursi untuk 36 penumpang itu cukup nyaman. AC di bus terasa dingin, sementara koneksi wifi di bus juga lancar untuk berselancar di dunia maya.
 
Tidak hanya itu, dalam bus tersebut juga menyediakan colokan listrik. Royke sempat menggunakannya untuk mengisi daya baterai ponselnya selama perjalanan.
 
Aturan ganjil genap di pintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur resmi diberlakukan mulai Senin, 12 Maret 2018. Peraturan itu berlaku Senin hingga Jumat mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.
 
Aturan ini dibuat untuk mengurangi volume kendaraan dan mengurangi kemacetan. Masyarakat diharapkan beralih menggunakan angkutan umum yang sudah disediakan pemerintah maupun yang sudah lama beroperasi melintasi GT Bekasi Barat.
 
BPTJ juga telah menyediakan 60 bus untuk menyokong pengemudi yang biasa mengakses Tol Jakarta-Cikampek. Sejumlah kantong parkir juga disediakan untuk pengendara kendaraan pribadi yang hendak beralih menggunakan bus. 
 
Lokasi kantong parkir berada di Mega Mall Bekasi, Mall Metropolitan Bekasi, Bekasi Cyber Park, dan Stadion Patriot Bekasi. Satu kantong parkir dapat menampung 200 kendaraan.




(FZN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA