14 Pelintasan KA Biang Macet Ditutup

Media Indonesia    •    Senin, 19 Jun 2017 09:26 WIB
kereta apiperlintasan ka
14 Pelintasan KA Biang Macet Ditutup
Rangkaian gerbong kereta melintas di perlintasan sebidang kereta api Pondok Kopi, Jakarta Timur, Senin (1/5/2017). Foto: MI/Arya Manggala.

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan segera menutup 14 pelintasan sebidang. Hal itu dilakukan untuk mencegah kembali kecelakaan seperti di dekat Pasar Gaplok, Jalan Kembang Pacar, Senen, Jakarta Pusat, Selasa 13 Juni 2017. 

"Intinya penutupan pelintasan sebidang bertujuan meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan pada pelintasan," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono, Minggu 18 Juni 2017.

Ditjen Perkeretaapian sudah menutup lima lintasan pada Mei lalu. Setelah kelima lintasan selesai ditutup serta enam fly over dan underpass diresmikan, penutupan 14 pelintasan sebidang bisa dimulai. 

Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, sekali pun pelintasan sebidang sudah ditutup, ternyata kemacetan tidak berkurang. Di kawasan Pejompongan, misalnya, kondisi lalu lintas masih macet parah.

Warga Tanah Abang, Silviana Arisyani, 35, yang hampir setiap hari melintas di kawasan tersebut, tidak melihat dampak penutupan jalur kereta. Dia menduga kemacetan terjadi karena yang ditutup hanya jalur putar balik. 

"Sebenarnya tidak banyak yang akan putar balik. Kendaraan yang paling banyak datang justru dari arah Slipi menuju Pejompongan. Jadi, kalau pun tidak ada kereta lewat tetap saja macet," tutur dia.

Pembangunan fly over dan underpass dilakukan Pemprov DKI untuk mengurangi kemacetan atas penutupan lintasan sebidang berada di enam lokasi. Pertama, fly over Bintaro yang meniadakan persimpangan sebidang antara Jalan Bintaro Permai dan pelintasan rel kereta api Jakarta-Serpong.

Baca: Daftar 14 Perlintasan KA Sebidang yang akan Ditutup Tahun Ini

Kedua, Cipinang Lontar yang meniadakan persimpangan sebidang antara Jalan Bekasi Timur Raya dan rel kereta api Jakarta-Bekasi sekaligus mendukung jalur TransJakarta Koridor 11 (Kampung Melayu-Pulogebang). Selanjutnya, fly over Pancoran yang menghilangkan persimpangan sebidang antara Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pasar Minggu Raya guna mengoptimalkan pergerakan link timur-barat pada ruas Jalan Gatot Subroto.

Tiga pembangunan lain menghilangkan persimpangan sebidang di Jalan Metro Pondok Indah dengan Jalan TB Simatupang; underpass Matraman yang meniadakan persimpangan sebidang dari Jalan Matraman menuju Pramuka dan Jalan Matraman Raya; serta underpass Mampang-Kuningan.


(OGI)