Pengguna Underpass Stasiun Manggarai Masih Minim

Ilham wibowo    •    Kamis, 10 Aug 2017 13:30 WIB
stasiun kereta api
Pengguna <i>Underpass </i> Stasiun Manggarai Masih Minim
Penyebrangan bawah tanah atau underpass yang menghubungkan antarperon di Stasiun Manggarai. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Kesadaran penumpang KRL di Stasiun Manggarai masih minim. Hal itu terlihat dari minimnya penumpang yang memanfaatkan penyebrangan bawah tanah atau underpass yang menghubungkan antarperon.
 
Wakil Kepala Stasiun Manggarai Ade Iskandar mengatakan, underpass merupakan fasilitas kenyamanaan, keamanan, dan keselamatan bagi calon penumpang. Tapi, terowongan khusus bawah tanah yang resmi dibuka pada Februari 2017 itu belum diminati. Calon penumpang KA masih terbiasa menggunakan perlintasan sebidang.
 
"Belum semua, penumpang yang lewat undepass hanya 10 persen," kata Ade kepada Metrotvnews.com, Kamis 10 Agustus 2017.

Baca: Underpass Stasiun Manggarai tak Diminati Penumpang

Stasiun Manggarai menjadi satu di antara yang terpadat di DKI Jakarta. Selain Kereta Api (KA) Comuter Line Jakarta, stasiun yang dibangun pada 1914 itu juga dilewati KA Jarak jauh. Dalam satu hari, kata Ade, 680 rangkaian KA melewati stasiun yang mempunyai tujuh jalur rel aktif itu.
 
Dijelaskan Ade, jalur satu dan dua digunakan untuk pemberhentian KA Commuter Line Jakarta Kota–Bekasi dan KA Commuter Loopline.
 
Jalur tiga dan empat digunakan sebagai sepur lurus untuk kereta api jarak jauh serta untuk pemberhentian KA Commuter Line Jakarta Kota–Bekasi.
 
Jalur lima, enam, dan tujuh digunakan untuk pemberhentian KA Commuter Line Jakarta Kota–Bogor dan KA Commuter Loopline.

Baca: PT KCJ Pasang Garis Batas Antre Peron

"Empat rangkaian kereta bisa masuk sekaligus dalam waktu bersamaan. Maka untuk keselamatan penumpang kami imbau menyebrang lewat underpass," kata Ade.  
 
Menurut Ade, ratusan ribu penumpang dari kawasan penyangga Ibu Kota yang transit bertukar rangkaian di Stasiun Manggarai. Selain imbauan melalui pengeras suara, petugas keamanan diinstruksikan menjaga pergerakan penumpang. 
 
"Ada sekuriti yang menjaga dan harus benar-benar tegas. Bila kereta mau berhenti tidak boleh lagi ada penumpang  di passenger crossing," katanya.




(FZN)