MRT dan LRT Wajib Murah Meriah

Ilham Pratama Putra    •    Rabu, 09 Jan 2019 12:27 WIB
Proyek MRTproyek lrt
MRT dan LRT Wajib Murah Meriah
Uji coba MRT Jakarta. Foto: MI/Ramdani

Jakarta: Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan menyebut tiket mass rapid transit (MRT) dan light rapid transit (LRT) harus dibanderol dengan harga terjangkau. Dengan begitu, masyarakat luas bisa menikmatinya.

"Kalau masalah tarif, dengan integrasi transportasi masyarakat harusnya murah. Kalau saya, jangan sampai Rp15 ribu," kata Azas kepada Medcom.id, Rabu, 9 Januari 2019.

Menurut dia, tarif yang rendah bisa diraih dengan cara memberlakukan sistem subsidi. Dengan harga yang murah, tentunya masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

"Pengguna transportasi umum sekarang di Jabodetabek sekitar 18 persen. Kalau harga, layanan, dan integrasinya baik, paling tidak 25 hingga 30 persen masyarakat nantinya akan gunakan transportasi publik," terang Azas.

Azas menilai saat ini animo masyarakat terhadap MRT dan LRT sudah besar. Pemerintah tinggal menyosialisasikan dan mengintegrasikan MRT dan LRT dengan transportasi umum lainnya. 

"Kalau dia (layanan dan harga MRT dan LRT) bagus, nanti bisa sampai 40 persen pengguna trasnportasi umum di jabodetabek. Ini (layanan dan harga MRT dan LRT) yang harus diselesaikan segera," ungkap Azas.

Berdasarkan jadwal, MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada Maret 2019. Fase 1 MRT Jakarta dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI akan menggunakan 16 rangkaian kereta.
 
Baca: Halte TransJakarta Bakal Terintegrasi MRT

Dari 16 rangkaian itu, 14 rangkaian akan digunakan untuk operasional dan dua sisanya untuk cadangan. Satu kereta bisa memuat 200-300 penumpang dengan jumlah maksimal sekitar 1.800 penumpang untuk satu rangkaian.
 
Kecepatan rangkaian kereta MRT bisa mencapai 80 kilometer per jam di bawah tanah dan bisa meningkat hingga 100 kilometer per jam di permukaan tanah. Dengan begitu, perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus ke Bundaran HI hanya butuh waktu 30 menit.

Sementara itu, LRT dijadwalkan beroperasi pada Februari 2019 setelah uji coba kereta secara keseluruhan. Pada Desember 2018, proyek LRT Jakarta koridor 1 fase 1 rute Kelapa Gading-Velodrome sudah mencapai 90 persen. 




(OGI)