Metro News

Skema Tarif Angkutan Rp5.000 Diminta Diperjelas

   •    Jumat, 21 Apr 2017 13:56 WIB
transportasipilgub dki 2017
Skema Tarif Angkutan Rp5.000 Diminta Diperjelas
Ilustrasi. (ANTARA/Angga Budhiyanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna menyebut transportasi, mahalnya sewa rumah, dan tinginya harga sembako adalah tiga komponen penyebab kemiskinan di DKI Jakarta.

Dia mengatakan untuk transportasi saja bisa menggerus sekitar 30-40 persen penghasilan per bulan. Belum ditambah dengan kebutuhan harian dan biaya sewa rumah. 

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih pun kemudian menawarkan konsep tarif Rp5.000 untuk seluruh moda angkutan umum. Hal ini diharapkan dapat menekan biaya perjalanan bagi seluruh warga DKI Jakarta.

"Yang menjadi perhatian, konsep Rp5.000 ini bagaimana pola integrasinya? Karena pola Rp5.000 itu bussiness to bussiness. Pemerintah hanya menyelenggarakan dalam konteks pemberian subsidinya," kata Yayat, dalam Metro News, Jumat 21 April 2017.

Menurut Yayat, skema tarif Rp5.000 untuk semua angkutan umum harus jelas, sebab operasionalisasi antarmoda berbeda. Misalnya berapa rupiah per kilometernya, kemudian bagaimana skema pembiayaan serta bantuan kerja sama juga harus menjadi catatan penting.

Yayat mengatakan sudah saatnya Jakarta memikirkan moda transportasi yang cepat, murah, dan aman. Sebab selama ini pilihan transportasi di Jakarta hanya dua, murah dan cepat, sementara dari aspek keamanan dan kenyamanan seringkali diabaikan.

"Makanya yang harus kita dorong adalah pengembangan transit oriented development yang belum masuk dalam rencana tata ruang. Karena ini harus diintegrasikan dengan pengembangabn dari rencana induk transportasi jabodetabek," katanya. 

Selain itu, menurut Yayat, pemerintah DKI terpilih juga harus mempertimbangkan pola kerjasama transportasi dengan daerah sekitarnya. Sebab, ada 47 juta perjalanan di sekitar Jakarta setiap hari, sebagian besarnya dari luar. 

"Jadi kalau sekarang ini dengan skema Rp5 ribu untuk seluruh wilayah dan seluruh moda harus diperjelas kembali betul tidak angka Rp5 ribu itu cara untuk menekan biaya perjalanan," jelas Yayat.




(MEL)