Kelurahan Pengadegan Siap Hadapi Banjir Tahunan

Siti Yona Hukmana    •    Rabu, 10 Oct 2018 20:23 WIB
banjir jakarta
Kelurahan Pengadegan Siap Hadapi Banjir Tahunan
Lurah Pengadegan Muhammad Mursid. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan merupakan salah satu daerah langganan banjir tahunan. Setiap musim hujan, ribuan rumah terendam di daerah itu.

Lurah Pengadegan Muhammad Mursid mengatakan Kecamatan Pancoran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta telah melakukan simulasi penanggulangan banjir. Ia mengaku siap mengantisipasi banjir tahunan itu.

"Dalam mengahadapi bahaya banjir pada musim hujan sebentar lagi, sebagaimana arahan dari Pak Gubernur DKI Anies Baswedan, Pak Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali, dan Pak Camat Pancoran Herry Gunara, kami para lurah yang memang daerahnya langganan banjir sudah mempersiapkan seperti posko banjir," kata Mursid di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Oktober 2018.

Kelurahan Pengadegan dihuni 21.117 jiwa dengan luas wilayah 94,30 hektare. Kelurahan ini memiliki 13 orang tenaga medis, 98 tenaga keamanan, dan 30 tenaga penyelamat.

Selain posko banjir, Mursid juga mempersiapkan beberapa titik evakuasi warga. Di antaranya Kantor Kelurahan Pengadegan, Kantor Kecamatan Pancoran, Sekolah Dasar (SD) 03, rumah warga yang tidak terimbas banjir, Yayasan Perguruan Islam Ustaz Basyid, Madrasah Al-Hidayah, dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA.

"Posko pengungsian di kantor kelurahan hanya bisa menampung maksimal sekitar 200 jiwa. Kita bagi dari lantai 4, lantai 3, dan lantai 2," jelas Mursid.

Baca: Ratusan Kelurahan di Jakarta Terancam Banjir

Kantor Kelurahan Pengadegan telah memiliki fasilitas pendukung sebagai posko banjir. Ia mencontohkan salah satunya dapur umum untuk mengolah makanan yang akan dibagikan kepada korban banjir.

Mursid menyebut permukiman yang paling terdampak banjir adalah kawasan cekungan. Kawasan itu memang lebih rendah dibanding kawasan lain di Kelurahan Pengadegan.

"Pada kawasan itu, kurang lebih 4 meter tinggi air yang merendam rumah warga dengan jumlah pengungsi kurang lebih 3 ribu orang," sebut dia.

Salah satu penyebab Ibu Kota masih dilanda banjir tahunan karena lambatnya normalisasi Kali Ciliwung. Tahun ini diperkirakan sebanyak 129 kelurahan di Ibu Kota terancam terendam banjir.
 
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah mengatakan 129 kelurahan itu berada di sepanjang kali yang belum dinormalisasi. Rinciannya, Kali Angke (enam kelurahan), Kali Pesanggrahan (21 kelurahan), Kali Krukut (12 kelurahan), dan Kali Ciliwung (28 kelurahan).
 
Sementara di Kanal Banjir Barat ada 10 kelurahan yang terancam, di Kali Ciliwung Lama ada sembilan kelurahan, Kali Sunter ada 23 kelurahan, Kali Cipinang ada 12 kelurahan, dan di Kali Cengkareng Drain ada delapan kelurahan.
 



(DRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA