Terduga Otak Jual Beli Lahan di Cengkareng Barat

Wanda Indana    •    Rabu, 03 Aug 2016 08:09 WIB
pembelian lahan cengkareng
Terduga Otak Jual Beli Lahan di Cengkareng Barat
Rudy Hartono (paling kanan). Foto: istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Rudy Hartono Iskandar diduga mengatur penjualan lahan seluas 4,6 hektare (ha) di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, kepada Dinas Perumahan dan Gedung Provinsi DKI Jakarta. Rudy diduga menggunakan nama Toeti Noezlar Iskandar sebagai tameng.

Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kejanggalan dalam pembelian lahan di Cengkareng Barat tersebut. Toeti diduga memanipulasi dokumen kepemilikan lahan di Cengkareng Barat dengan menyuap pejabat-pejabat di Kelurahan Cengkareng Barat.

Toeti berhasil membuat tiga Sertifikat Hak Milik (SHM) atas kepemilikan lahan di Cengkareng Barat, lalu dijual kepada Dinas Perumahan dan Gedung pada 5 November 2015.

Toeti menunjuk Rudy Hartono Iskandar sebagai kuasa pembeli. Rudy mengurus transaksi jual beli lahan dengan Dinas Perumahan dan Gedung, termasuk mengurus semua dokumen jual beli lahan di pinggir Jalan Kamal Raya atau Tol Lingkar Luar Barat, Cengkareng.

(Klik: Pembelian Lahan Cengkareng Bermasalah, Toeti: Saya Tidak Bisa Jawab)

Kuitansi jual beli lahan di Cengkareng Barat. Foto: MTVN/Wanda Indana

Kejanggalan jual beli lahan tersebut terungkap setelah BPK mengeluarkan hasil audit atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI 2015. Hasil audit menemukan indikasi kerugian negara dalam pembelian lahan di Cengkareng Barat.

Sumber Metrotvnews.com mengungkapkan, Toeti sebenarnya tidak banyak tahu soal sengketa lahan di Cengkareng Barat. Sumber itu menyebut, jual beli lahan Cengkareng diatur oleh Rudy dengan meminjam nama Toeti sebagai tameng.

"Nama Bu Toeti cuma dipakai sama si Rudy. Toeti tidak tahu apa-apa. Toeti tidak pernah melihat lahannya di Cengkareng Barat. Ini semua permainan si Rudy," kata sumber, Selasa (2/8/2016).

Kepala Bidang Pembangunan Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan DKI Sukmana terang-terangan mengakui Rudy menyodorkan uang Rp9,6 miliar kepada dirinya. Uang itu sebagai bentuk terima kasih Rudy lantaran proses jual beli lahan berjalan mulus.

"Dia (Rudy) bilang uang terima kasih operasional dinas dan dia langsung pergi," kata Sukmana kepada Metrotvnews.com, Jumat 1 Juli.

Toeti merupakan istri dari Koen Soekarno Sugono. Kuasa hukum Toeti, Ulhaq Adhyaksa, menyebut Koen pemilik lahan seluas 11,8 ha di Cengkareng Barat. Koen membeli lahan itu dari masyakarat. Pada 2008, Koen meninggal dan mewariskan tanah kepada istri dan empat anaknya.

(Klik: Satu Lahan Empat Pemilik)

Di tahun yang sama, Toeti menjual tanah warisan 11,8 ha kepada Haji Matroji, kerabat dekat Koen. Tujuh tahun kemudian Toeti menjual kembali tanah warisannya seluas 4,6 ha kepada Dinas Perumahan DKI. Penjualan lahan sepenuhnya diurus Rudy.

Rudy merupakan adik ipar Haji Matroji. Rudi menjual lahan 4,6 ha lahan di Cengkareng Barat senilai Rp688 miliar kepada Dinas Perumahan dan dibayar tunai. Dari uang sebanyak itu, Toeti hanya mendapat sekira Rp9 miliar.


Rumah Rudy Hartono. Foto: MTVN/Wanda Indana

Kejanggalan

Kejanggalan jual beli lahan di Cengkareng Barat dapat dilihat dari bukti kuintasi. Kuitansi jual beli yang dipakai Dinas Perumahan DKI tidak mencantumkan tanggal dan bulan transaksi. Lalu, pada kolom 'yang menerima' ditulis nama Rudy Hartono Iskandar, bukan Toeti.

Pakar hukum Bivitri Susanti menjelaskan, berdasarkan Pasal 1792 KUHPerdata, seseorang dapat memberikan kuasa kepada orang lain dalam ikatan jual beli yang dituangkan dalam surat kuasa. Bentuk kuasa yang diberikan tergantung isi perjanjian.‎

"Soal kuitansi yang tidak ada tanggalnya, tidak berlaku secara hukum. Seharusnya ada (tanggal pembelian). Kalau begitu patut dicurigai," kata Bivitri kepada Metrotvnews.com.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, dan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010, membatasi transaksi tunai.


Showroom mobil milik Rudy Hartono Iskandar. Foto: MTVN/Wanda Indana

Rudi Iskandar Menghilang

Rudy Hartono Iskandar seolah hilang ketika sengketa jual beli lahan di Cengkareng Barat mencuat di media massa. Rudy diketahui pebisnis berbagai bidang.

Metrotvnews.com mendatangi kediaman Rudy di Bukit Golf I, Pondok Indah, Jakarta Selatan pada 13 Juli. Rudy tidak ada di rumah.

Rudy rutin ke Australia menemui istri dan anaknya. Dalam setahun, pemilik showroom mobil RHYS di Radio Dalam itu bisa tiga kali ke Negeri Kanguru.

Metrotvnews.com berulangkali menghubungi Rudy melalui sambungan telepon dan mengirim pesan pendek, namun tidak ada jawaban. Nomor yang ia gunakan aktif.


(TRK)

Istri Besuk Setya Novanto di Rutan KPK

Istri Besuk Setya Novanto di Rutan KPK

3 hours Ago

Keluarga telah diizinkan untuk membesuk Setya Novanto di Rutan KPK. Istri didampingi dua kolega…

BERITA LAINNYA