Larangan Motor di Jalan Protokol Memengaruhi Ojek Online

Lis Pratiwi    •    Kamis, 10 Aug 2017 19:52 WIB
pembatasan sepeda motor
Larangan Motor di Jalan Protokol Memengaruhi Ojek Online
Ilustrasi pembatasan sepeda motor

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengemudi ojek online bakal kena imbas dari larangan masuk sepeda motor di Jalan Sudirman. Sebab, sepanjang jalan tersebut merupakan perkantoran yang menjadi target pengguna jasa mereka.

"Pasti jadi lebih sulit. Nanti jadi nggak boleh lagi jemput di depan kantor, harus ke belakang atau samping, padahal nggak semua kantor punya pintu lain," ujar salah satu pengemudi ojek online, Dicky Maulana, di kawasan Sudirman, Kamis 10 Agustus 2017.

Dicky mengaku, penurunan pengguna jasa hampir pasti terjadi. Sebab, pelanggan akan mengeluh jika harus berjalan terlalu jauh untuk menghampiri pengemudi karena sulitnya akses kendaraan roda dua.

"Ada kekhawatiran karena ada pembatasan itu. Orang-orang sekarang maunya naik turun langsung ke lokasi. Kalau masih jalan lagi kan sama saja bohong," imbuh dia. 

Pengemudi ojek online lain, Ahmad Fauzi menilai kebijakan pembatasan sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman memberatkan pengemudi. Sebab, rute yang dilalui pengemudi dari dan menuju Sudirman akan lebih jauh. Padahal, di aplikasi rute tersebut masih sama.

"Trayek jadi lebih jauh. Padahal, di aplikasinya kan yang dipilih kadang jalur yang nggak boleh dilalui motor, jadi memutar. Sekarang saja sudah begitu kalau lewat (Jalan) Thamrin," kata dia. 

Sementara itu, Hengki Darmawan mengkhawatirkan pelanggan ojek online akan beralih ke transportasi lain seperti taksi online. Kendati terdapat sistem ganjil genap, kendaraan itu bisa memuat lebih banyak penumpang dan antar jemput sampai depan kantor. 

"Kalau mobil kan tetap bisa lewat di depan, terus kalau mau ke stasiun atau transit kemana bisa bareng. Memang cost-nya akan beda," pungkas Hengki.
 


(REN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA