Rizieq: Target Kita Tetap Minta Ahok Ditahan

Ilham wibowo    •    Senin, 28 Nov 2016 15:43 WIB
unjuk rasa
Rizieq: Target Kita Tetap Minta Ahok Ditahan
Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia MUI (MUI) Rizieq Syihab. Foto: Antara/Asep Fathulrahman.

Metrotvnews.com, Jakarta: Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia MUI (MUI) Rizieq Syihab menjamin aksi 2 Desember berjalan aman dan damai. Selain menggelar tabligh akbar, misi Aksi Bela Islam III tetap meminta polisi menahan Gubernur nonaktif Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama.
 
“Aksi ini milik umat Islam bersama, Aksi Bela Islam III tetap unjuk rasa. Target kita tetap menuntut tahan Ahok. Tidak berubah," kata Rizieq di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).
 
Rizieq mengatakan, aksi 2 Desember tersebut tetap diisi sejumlah orasi. Selain itu, tokoh ulama dari GNPF MUI juga turut memberikan ceramah kepada umat. "Nanti ada tausiah yang disampaikan para ulama kita," ujarnya.
 
Demonstrasi 2 Desember bakal bergeser dari lokasi semula. Jika semula hendak digelar di Jalan Jenderal Sudirman - Jalan MH Thamrin, diubah menjadi di lapangan Monas.
 
"Kita capai kesepakatan di Monas. Acara digelar pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Kegiatan keagaman zikir, tauziah, doa dan salat Jumat," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
 
Jenderal bintang empat ini memastikan tak akan ada pihak yang dirugikan dengan aksi demonstrasi 2 Desember. Sebab tidak akan memacetakan jalan protokol.
 
"Kami berterima kasih. Ini tidak melanggar hukum. Saya yakin kehadiran saudara-saudara kita pasti didengar banyak pihak dan dilihat banyak pihak," kata Tito.
 
Polri berjanji membantu pelaksanaan aksi tersebut. Keselamatan warga merupakan hal utama. "Kita atur parkirnya. Kami akomodir panggung zikir, mengatur tempat wudu, toilet, speaker. Kami berharap kegiatan ini tertib. Mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujar Tito



(FZN)