Diduga Bocorkan Rahasia, WN Singapura laporkan 3 Pengacara ke Polisi

Deny Irwanto    •    Jumat, 25 Nov 2016 20:47 WIB
penipuan
Diduga Bocorkan Rahasia, WN Singapura laporkan  3 Pengacara ke Polisi
Pelaporan WN Singapura. (MTVN/Deny Irwanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang warga negara Singapura bernama Stacey Hermijanto, 36, melaporkan seorang pengacara senior berinisial RL, EL, dan SN ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolda Metro Jaya.

Kuasa hukum Stacey, Patra M Zen mengatakan, laporan dibuat oleh kliennya lantaran merasa dirugikan karena rahasianya diduga dibocorkan kepada orang lain.

"Kami mendampingi pelapor bernama Stacey Hermijanto melaporkan dugaan tindak pidana membocorkan rahasia sebagaimana diatur dalam pasal 322 KUHP. Pasal ini adalah membocorkan rahasia karena jabatannya," kata Patra di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/11/2016).

Patra menjelaskan, kejadian bermula antara orang tua pelapor dengan terlapor yang berlatar belakang pengacara melakukan kerja sama pada tahun 2008 hingga 2010. Dalam kurun waktu tersebut, orang tua Stacey bernama Toto Hermiyanto menyerahkan data rekening bank kepada pihak terlapor.

Namun dalam waktu tertentu, data tersebut diduga dibocorkan kepada pihak ketiga, yaitu seorang pria berinisial I. Toto sendiri diketahui sudah meninggal dunia sejak sekitar dua bulan lalu.

"Dia (pihak ketiga) mengklaim punya hubungan keluarga dengan orang tua pelapor," jelas Patra.

Usai menyerahkan data rekening tersebut ke pria bernama I tersebut, kemudian I memberikan kuasa kepada terlapor. Saat ini I menjadi klien terlapor. "Karena jadi kliennya tersebut itu kantor hukum terlapor mensomasi salah satu Bank," ungkap Patra.

Atas hal tersebut, menurut Patra, terlapor diduga melanggar Undang-undang Advokat terkait merahasiakan data kliennya.

"Nah berdasarkan pasal 19 ayat 1 UU advokat, UU no 14 tahun 2003 jelas advokat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui dari kliennya karena hubungan profesinya. Kemudian ada UU perbankan juga kan," ungkap Patra.

Mengenai dari mana pihaknya tahu si terlapor yang membocorkan rahasia pelapornya, Patra menuturkan jika hal tersebut akan dibuktikan oleh penyidik. Namun faktanya ia menyebut data tersebut hanya diberikan kepada terlapor dan tidak pernah diberikan kepada orang lain.

Atas hal tersebut, Patra mengatakan kliennya mengalami kerugian karena rekening di Bank tersebut di blokir oleh pihak Bank.

"Karena di blokir tidak bisa dikelola dan jumlahnya miliaran rupiah. Kita sebagai advokat kan rahasia klien adalah mahkota. Mahkota dari profesi advokat," kata Patra.

Dalam membuat laporan, pihaknya membawa sejumlah barang bukti yaitu bukti pembayaran orang tua pelapor dan terlapor, pembayaran fee konsultasi jasa hukum, bukti kantor terlapor pernah mengirim invoice yang meminta pembayaran jasa hukum dan bukti somasi dari kantor terlapor dengan menggunakan data dari pelapor yaitu rekening dan jumlah rekening di bank tersebut.

Laporan tersebut tergistrasi dengan nomor laporan LP/ 5828/ XI/ 2016/ PMJ/ Dit Reskrimum 25 November 2016. Ketiga terlapor yang merupakan pengacara disangkakan dengan Pasal 322 ayat 1 KUHP tentang membuka rahasia dengan ancaman penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.


(LDS)