Pemprov DKI Diminta Libatkan Investor Kelola TPST Bantargebang

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 14 Jul 2018 03:32 WIB
polemik sampah jakarta
Pemprov DKI Diminta Libatkan Investor Kelola TPST Bantargebang
TPST Bantargebang, Bekasi, Jabar. Foto: Medcom.id.

Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta menggandeng investor dalam mengelola Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Pasalnya, persoalan sampah Jakarta hingga kini belum tertangani maksimal.

Pemerhati lingkungan Riady mengatakan persoalan sampah sangat mendesak untuk ditangani karena polusi yang ditimbulkan merugikan masyarakat. Pemerintah juga sudah menegaskan hal itu lewat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah.

Di balik dampak negatif, kata dia, banyak juga hasil positif dari sampah. Misalnya, bisa diolah menjadi energi penghasil listrik dengan memanfaatkan teknologi. 

"Potensi sampah ini sebenarnya sangat besar. Panas yang dihasilkan sampah bisa diubah menjadi energi terbarukan. Belum lagi air rembesan sampah yang bisa diolah menjadi pupuk organik," kata Riady saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018.

Menurut dia, pelibatan investor dalam pengelolaan sampah tidak hanya menguntungkan pemerintah, tapi juga dapat mendongkrak ekonomi masyarakat. 
 
"Yang jelas, bila sampah dikelola dengan manajemen yang baik, masalah polusi teratasi. Ada energi yang dihasilkan yang bermanfaat bagi orang banyak, dan tentu ada tenaga kerja yang direkrut. Itu namanya dampak turunan," terang dia. 

Pemprov DKI Jakarta telah menerima pemaparan dari PT Multi Energi Terbarukan (PT MET) yang mengajukan ide terkait pengelolaan sampah di TPST Bantargebang. Pengolahan sampah menggunakan tekonologi quasi pyrolysis. 

Dengan teknologi tersebut, sampah bisa diubah menjadi energi listrik hingga berkekuatan 165 megawatt. Pengolahan sampah juga bisa menghasilkan tiga level air, yakni air minum untuk dikonsumsi, air aki, dan air infus. Teknologi ini sudah diterapkan di sejumlah negara Eropa. 

"Pada prinsipnya jika investasi teknologi ini disetujui, akan memberikan dampak positif yang lebih signifikan ketimbang dari model yang dijalankan saat ini," kata Direktur Utama PT MET, Yusra Abdi.

Sementara itu, Pemda DKI masih akan mengkaji ide pengelolaan sampah tersebut. "Lihat dari paparan semua baik, menampilkan yang terbaik. Tapi belum kami kaji. Kami akan mengikuti keputusan Pemprov DKI," kata Kepala Seksi Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Abdul Rahim.


(AGA)

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

2 days Ago

Nurhayati yang saat itu masih duduk di Komisi II DPR bahkan mengetahui poin-poin pembahasan meg…

BERITA LAINNYA