Normalisasi Sungai Ciliwung Baru Tercapai 16 Km

Fachri Audhia Hafiez    •    Sabtu, 15 Sep 2018 09:46 WIB
sungai ciliwung
Normalisasi Sungai Ciliwung Baru Tercapai 16 Km
Warga membangun rumah semi permanen di bantaran Sungai Ciliwung di kawasan Manggarai, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Jakarta: Normalisasi sungai Ciliwung belum mencapai target 50 persen. Proyek yang dimulai sejak 2013 itu, baru rampung 16 kilometer (km) dari target penyelesaian 33 km.

"Dari 2013 sampai 2017 total 33 km, nah sekarang baru sampai 48 persen sepanjang 16 km," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bambang Hidayah kepada Medcom.id, Sabtu, 15 September 2018.

Bambang menjelaskan, lambannya pembebasan lahan disepanjang sungai Ciliwung jadi terkendalanya proyek normalisasi. BBWS Ciliwung Cisadane menunggu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pihak yang punya kewenangan untuk membebaskan lahan.

"Sebetulnya kita mau ajukan (normalisasi) jika Pemprov DKI sudah melakukan pembebasan lahan. Ini sedang dilakukan cuma bertahap kan, namanya juga membebaskan lahan kan perlu waktu," ujar Bambang.

Proyek normalisasi sungai Ciliwung terbagi empat ruas. Ruas dari hulu yakni Jembatan Condet-Jembatan Tol TB Simatupang dengan target pembuatan tanggul 7,58 baru terealisasi 3,47 km.

"Di hulu ini meliputi Kelurahan Pejaten Timur, Kelurahan Tanjung Barat dan Kelurahan Gedong," jelas Bambang.

Berikutnya ruas Jembatan Kalibata-Jembatan Condet yang meliputi Kelurahan Rawajati, Kelurahan Pejaten Timur, dan Kelurahan Balekambang, terealisasi 3,10 km dari rencana 7,55 km.

"Ruas Kampung Melayu-Jembatan Kalibata dengan rencana 8,82 km baru terealisasi 4,67 km. Kelurahannya ada Kebon Baru, Bidara Cina, Cikoko, Pengadegan dan Cawang," beber Bambang.

Baca: Butuh 30 Tahun Ciliwung Bisa seperti Sungai di Korsel

Terakhir, Pintu Air Manggarai-Jembatan Kampung Melayu yang meliputi Kelurahan Bukit Duri dan Kampung Melayu terealisasi 4,95 km dari rencana 9,74 km.

Bambang menjelaskan, tidak semua yang belum terealisasi tersebut proyek benar-benar belum dikerjakan. Sheet Pile (dinding turap) yang dibangun pada bantaran sungai masing-masing sudah dibangun, tapi ada bagian yang belum tersentuh.

"Sebelah kiri sungai misalnya sebelah kiri sungai 100 meter dipasang Sheet Pile, nah sebelah kanan belum tentu 100 meter. Karena masalah lahan dan pemukiman dibebaskan dulu gitu," jelas Bambang.


(YDH)