Sidak Air Tanah Pakai Alat Ukur Baru

Nur Azizah    •    Rabu, 16 Jan 2019 13:30 WIB
air tanah
Sidak Air Tanah Pakai Alat Ukur Baru
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melanjutkan sidak air tanah di gedung-gedung tinggi. Pemprov DKI bakal menggunakan alat ukur pengambilan air tanah agar hasilnya lebih akurat.

"Dilanjutkan (sidaknya), dan akan gunakan alat ukur yang baru. Kalau sekarang kan masih manual," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Januari 2019.

Anies menyebut rata-rata penurunan muka tanah di Jakarta mencapai 10 hingga 12 sentimeter. Penyebabnya, penggunaan air tanah secara berlebihan, beban yang terlalu berat, dan tidak ada pengembalian air ke dalam tanah.

"Kita harus memperbaiki cara kita mengawasi penggunaan air tanah. Ini salah satu yang kami akan terapkan di 2019, teknologi baru untuk mengukur penggunaan air tanah di gedung-gedung," kata dia.

(Baca juga: Jakarta Berjibaku Tahan Penurunan Muka Tanah)

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini melanjutkan Pemprov dan pengelola gedung kerap kali kucing-kucingan. Tak hanya itu, data antara Pemprov DKI, pengelola gedung, dan PAM Jaya selalu berbeda.

"Menurut catatan, meter penggunaan air tanahnya sedikit tapi jumlah penghuni dan kegiatannya banyak. Jadi pasti ada sumber ketiga. Itu sulit dideteksi. Nah, sekarang kami akan siapkan alatnya," terang Anies.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini mengungkapkan teknologi baru itu akan menunjukkan penggunaan air tanah secara digital dan akurat. Pada 2018, Pemprov DKI dua kali melakukan sidak terhadap gedung-gedung tinggi.

Sidak pertama dilakukan pada Maret 2018 di sepanjang jalan Sudirman hingga MH Thamrin. Lalu sidak kedua dilakukan di kawasan Industri di Jakarta Timur dan Jakarta Barat pada Juli 2018.

(Baca juga: IPAL Bermasalah Kerap Ditemui Saat Sidak Pengelolaan Air)
 


(REN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA