Pemilihan Peserta OK OCE Diminta tak Serampangan

Nur Azizah    •    Selasa, 09 Jan 2018 16:12 WIB
ok oce
Pemilihan Peserta OK OCE Diminta tak Serampangan
Ilustrasi gedung DPRD DKI - MI/Panca Syurkani.

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta tidak serampangan memilih peserta One Kecamatan One Center Enterpreneur (OK OCE). Pemilihan harus berdasarkan keinginan dan keseriusan peserta untuk berwirausaha.

"Untuk peserta, cari yang benar-benar mau usaha," kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Taufik Azhar di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Januari 2018.

Politikus Golkar ini juga ingin penentuan pendamping tidak berdasarkan kedekatan atau suka tidak suka dari lurah serta camat. Menurut dia, pendampingan tidak akan efektif bila berdasarkan selera.

"Kalau lurah yang cari biasanya selera dan kedekatan. Tolong dikasih tahu (lurah/camat) jangan dari selera, enggak efektif. Untuk peserta, cari yang benar-benar mau usaha," ujar dia.

Baca: Anggota DPRD DKI Sebut Pelatihan OKE OCE Aneh

Hal serupa disampaikan anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim. Menurut dia, program OK OCE tidak akan memuaskan bila rekrutmen peserta tidak benar.

"Bila rekrutmennya asal-asalan dengan anggaran begitu banyak buat apa? Saya tidak mau nanti malah menjadi temuan. Saya mau Jakarta wajar tanpa pengecualian," terangnya.

Pelatihan OK OCE dilakukan di setiap kecamatan. Masing-masing kecamatan memiliki empat pendamping.

Baca: Bunga Bantuan Modal Peserta OKE OCE Mencekik

Sementara itu, Kepala Dinas UMKM DKI Jakarta Irwandi mengatakan, pihaknya bakal lebih selektif memilih peserta OK OCE. Ia pun menegaskan, tak asal dalam memilih pendamping. 

Ia menuturkan, pendamping dipilih berdasarkan kriteria dan terbuka melalui website UMKM di setiap wilayah.

"Kriteria minimal D3, berkelakuan baik, memiliki KTP DKI. Dia mampu menjaring peserta dan memonitor," kata dia.


(AZF)