Petugas Dishub Biasa Hadapi Murkanya Pelanggar

Nur Azizah    •    Jumat, 06 Oct 2017 15:13 WIB
kekerasan
Petugas Dishub Biasa Hadapi Murkanya Pelanggar
Petugas Dishub menderek kendaraan milik pelajar yang parkir liar di kawasan Bulungan. Foto: Antara/Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta sudah terbiasa menerima murkanya pelanggar lalu lintas. Utamanya mereka yang parkir di sembarang tempat.
 
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan, menerima kemarahan para pelanggar menjadi menu sehari-hari petugas.
 
Sigit mahfum dengan respon masyarakat yang sadar melanggar tapi enggan ditangkap. Dia menyebut perlakuan tidak enak dari pelanggar menjadi risiko pekerjan.

Baca: Dishub Wajib Temui Pemilk Sebelum Menderek Mobil 

"Pemilik (kendaraan) tidak terima. Mereka pasti melakukan perlawanan dan menyerang petugas," kata Sigit kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017.
 
Seperti yang terjadi pada Rabu, 4 Oktober lalu. Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Fransiskus Mandala, menjadi sasaran amuk warga yang tidak terima kendaraannya diderek. Akibatnya, Fransiskus mengalami luka pukul dan cakaran di bagian dada.
 
"Ini biasa dihadapi petugas kami. Tapi kalau sampai melukai fisik baru pertama kali. Biasanya hanya mulut saja," ujar Sigit.
 
Meski sering menerima perlakuan kurang baik, Sigit tetap meminta anak buahnya bekerja sesuai standar operasional prosedur. "Setiap apel kami selaku menginstruksikan agar mereka tidak menodai SOP," kata Sigit.
 
Sigit juga meminta warga melaporkan petugas Dishub yang berlaku arogan dan meminta pungli. Bila terbukti, petugas bakal dikenai sanksi, mulai dari teguran, pemberhentian, hingga penjara.
 
"Laporkan bila menerima perilaku yang kurang baik dan petugas yang meminta pungutan. Kami siap menindak," katanya.
 
Tidak Tebang Pilih
 
Sigit menegaskan, pihaknya menindak pelanggar lalu lintas tanpa tebang pilih. Namun, tidak semua pelanggar bisa dijatuhi hukum. Selain minimnya petugas dan armada derek yang dimiliki, banyak juga para pelanggar yang kabur saat petugas datang.
 
"Tebang pilih tidak ada. Semua kita tindak. Tapi masalahnya, ada warga yang kabur pas petugas datang," kata Sigit.

Baca: Razia Parkir Liar di Jalan Paus Jalan Terus  

Untuk memaksimalkan penertiban, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memanfaatkan kamera pengawas yang terpasang di persimpangan jalan. Ia berharap, keberadaan kamera pengawas dapat membantu penegakkan hukum.
 
"Ssekarang kita manfaatkan CCTV. Kita lihat instrumen hukumnya supaya enggak tebang pilih," ujar dia.
 
Kamera pengawas sudah dipasang dibeberapa tempat, seperti Jalan Kebon Sirih dan MH Thamrin. CCTV bertipe Pan Tilt Zoom (PTZ) juga diterapkan di belasan simpang lain yang tersebar di Ibu Kota.




(FZN)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

3 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA