Jabodetabek Dijejali 50 Juta Perjalanan per Hari

Siti Yona Hukmana    •    Selasa, 13 Mar 2018 14:22 WIB
sistem ganjil genap
Jabodetabek Dijejali 50 Juta Perjalanan per Hari
Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno. Foto: Medcom.id/Siti Yona

Jakarta: Ruas jalan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dinilai sudah jenuh. Tingginya mobilitas warga dan pertumbuhan kendaraan membuat kemacetan terjadi mulai dari pinggir Ibu Kota.
 
Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, jumlah penduduk di Jabodetabek mencapai 31.077.315 jiwa dengan 24.897.391 kendaraan bermotor. Ditambah lagi, total pergerakan di Jabodetabek tahun 2018 mencapai 50 juta per harinya.
 
"Kendaraan bermotor itu terdiri dari angkutan umum 2 persen (497.948 unit), mobil pribadi 23 persen (5.726.400 unit) dan sepeda motor 75 persen (18.673.044 unit)," kata Djoko kepada Medcom.id, Selasa, 13 Maret 2018.
 
Menurutnya untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi, pemerintah harus meningkatkan pelayanan angkutan umum dengan tarif yang murah. Sebab, peran angkutan umum massal baru mencapai 2 persen.
 
"Permasalahan sekarang adalah tingkat kemacetan semakin tinggi, sepeda motor makin dominan, angkutan umum makin menurun," kata Djoko.

Baca: Kebijakan Ganjil Genap di Gerbang Tol Bekasi Dikritik

Selain itu kata Djoko, peran Kereta Rel Listrik (KRL) belum memenuhi kebutuhan perjalanan warga komuter. Peran KRL disebutnya masih kisaran 3-4 persen.
 
"Infrastruktur angkutan massal sangat terbatas, pengadaan bus dan KRL belum memenuhi perjalanan. Minimnya pendanaan angkutan umum, khususnya di Kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek)," kata Djoko.
 
Meskipun begitu, ia tidak memungkiri angkutan massal sudah mulai bertambah sedikit demi sedikit. Saat ini di Jabodetabek sudah tersedia jaringan KRL Jabodetabek dan bus Transjakarta.
 
"Pada 2012 bus Transjakarta baru enam koridor, lalu bertambah menjadi 80 koridor termasuk 13 jalur khusus. Dengan begitu, jumlah penumpang meningkat dengan rata-rata 431.886 per hari pada 2013 menjadi 993.992 penumpang per hari pada 2017," jelasnya.




(FZN)