80% Proyek di DKI tak Memenuhi Standar Keselamatan

Nur Azizah    •    Kamis, 22 Mar 2018 10:41 WIB
kecelakaan kerja
 80% Proyek di DKI tak Memenuhi Standar Keselamatan
Ilustrasi pekerja proyek - MI/Usman Iskandar

Jakarta: Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Khadik Triyanto mengungkapkan, 80% proyek di DKI Jakarta tidak sesuai standar keselamatan. Hal ini diketahui dari sidak konstruksi pada November hingga Desember 2017. 

Hasil sidak menyatakan 80% dari 35 proyek di DKI tidak memenuhi standar keselamatan. "Rencananya kan yang diperiksa 43 tapi ternyata 35 proyek. Delapan itu ada yang belum selesai jadi tidak jadi (diperiksa)," kata Khadik di Jakarta Pusat, Kamis, 22 Maret 2018.

35 proyek itu terdiri dari proyek pemerintah dan swasta yang tersebar di lima wilayah di DKI Jakarta. Berdasarkan hasil sidak, hampir 80% proyek tadi tidak memiliki struktur Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang disahkan oleh Disnakertrans. 

(Baca juga: Disnakertrans Bakal Uji Kelaikan Peralatan Kontraktor Pasar Rumput)

Menurut Permenaker RI Nomor PER.04/MEN/1987, P2K3 merupakan badan pembantu di tempat kerja yang merupakan wadah kerja sama antara pengusaha dan pekerja untuk efektivitas penerapan K3. Kedua, banyak proyek yang tidak sesuai dengan Permenaker Nomor 1 tahun 1980.

"Ketiga, terkait S0P. Hampir 80% di antara mereka tidak bisa menunjukkan SOP jenis pekerjaan misal pembongkaran, pengangkatan, pengangkutan seperti apa," beber dia. 

Khadik menambahkan banyak alat-alat konstruksi yang digunakan tidak memenuhi syarat. "Kelima, terkait SDM. Banyak yang tidak terampil sebab mereka hanya punya lisensi tapi tidak mempunyai pengetahuan yang cukup," tukas dia. 

Untuk itu, Disnakertrans DKI Jakarta berencana melaksanakan pembinaan soal K3 kepada seluruh pekerja konstruksi. Pengujian kelaikan alat-alat juga akan dilakukan.

(Baca juga: Prinsip K3 Belum Dimiliki Pekerja Konstruksi)
 


(REN)