Di Balik Upah Mahal Seragam Anies Baswedan

Lis Pratiwi    •    Jumat, 13 Oct 2017 15:43 WIB
gubernur dki jakartapelantikan gubernuranies-sandi
Di Balik Upah Mahal Seragam Anies Baswedan
Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan menggunakan pakaian dinas upacara melakukan sesi pemotretan di Jakarta, Kamis (12/10/2017). Foto: Antara/Dedy Wijaya

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno, segera dilantik di Istana Negara, Senin 16 Oktober 2017. Dalam upacara pelantikan, Anies dan Sandi akan mengenakan setelah jas putih-putih.

Seragam upacara ini pun telah siap. Chiu Tailor yang beralamat di Jalan Muara Karang Blok O VIII, Penjaringan, Jakarta Utara, dipercaya membuatkan setelan untuk Anies. Biaya yang ditetapkan sedikit lebih mahal karena warna seragam yang putih.

"Biasanya upah jahit setelan pakaian resmi, jas, dan celana, belum termasuk bahan, itu Rp2,5 juta. Tapi, untuk pelantikan ini harganya Rp3 juta," kata Thio Ahmad Hendra, pemilik Chiu Tailor saat ditemui Metrotvnews.com di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat 13 Oktober 2017.

Hendra menjelaskan selisih Rp500 ribu untuk menambahkan upah jahit kepada pegawainya. Pasalnya, membuat pakaian putih perlu ketelitian lebih. Penjahit harus apik, sering cuci tangan, bahkan menjaga agar tangan tidak berkeringat.

"Sebenarnya menjahit jas itu tidak sulit. Sama saja dengan jas lain, tapi mesti lebih teliti karena bahannya putih, gampang kotor," kata dia.

Menurut Hendra, ini bukanlah kali pertama ia menjahit pakaian untuk gubernur. Sebelumnya, ia juga dipercaya membuat pakaian dinas upacara (PDU) di masa gubernur Tjokropronolo yang memimpin Jakarta pada 1977-1982.

Baca: Cerita Hendra, Penjahit Langganan Seragam Gubernur DKI Sejak 1977

Hingga kini, berbagai kalangan mulai dari pegawai daerah hingga menteri, menjadi langganannya. Ia pun mengaku tidak pernah membedakan harga untuk para pemesan tersebut meski latar belakangnya berbeda.

"Harganya sama semua dari menteri sampai pegawai. Bahkan untuk pegawai kami bisa kasih tempo pembayaran, jadi kalau mau dicicil juga boleh," tambahnya.

Hendra menjabarkan, untuk harga upah jahit belum termasuk bahan untuk satu setel pakaian resmi berupa jas dan celana adalah Rp2,5 juta, kemeja dalaman jas Rp300 ribu, celana panjang Rp300 ribu, baju batik Rp500 ribu, dan satu setel celana dan kemeja Rp600 ribu.




(UWA)