DKI Gelontorkan 3.000 Ton Beras untuk Stabilkan Harga

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 09 Jan 2018 08:56 WIB
berasharga beras
DKI Gelontorkan 3.000 Ton Beras untuk Stabilkan Harga
Beras Bulog. Foto: Antara/Rahmad.

Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelontorkan 3.000 ton beras dari gudang Bulog di Kelapa Gading. Hal ini dilakukan dengan berkoordinasi antara Kementerian Perdagangan, PD Pasar Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya.

"Diharapkan ini akan menstabilkan harga beras," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Januari 2018.

Sandiaga menjelaskan sejauh ini harga beras di beberapa pasar di Jakarta naik 10 persen. Kenaikan ini mengakibatkan dampak negatif kepada masyarakat menengah ke bawah.

"Sekarang sudah ada di angka Rp11 ribu malah ada yang mendekati merangkak di angka Rp12 ribu," terang Sandi.

Dia memerintahkan agar distribusi beras di PD Pasar Jaya lancar ke pedagang maupun ke masyarakat. Pedagang diimbau tidak menahan produk yang dijual kepada konsumen.

Baca: Polisi Temukan Beras Medium Dijual Lebih Mahal dari HET

"Sebagai ketua umum asosiasi pedagang pasar seluruh Indonesia saya juga mengeluarkan maklumat bahwa diminta para pedagang tidak menahan produk beras dan langsung menyalurkan kepada masyarakat karena stoknya cukup," tegas dia.

Berdasarkan informasi dari PT Food Station Tjipinang Jaya, beras medium naik dari Rp8.000 menjadi Rp8.800. Sementara itu, beras premium menjadi Rp12.500 dari Rp12.000.

"Beras medium dari Rp 8.000 sekarang Rp 8.800. Ada juga yang sampai Rp 11.000 kalau kualitas yang bagus. Beras premium Rp 12.000 jadi Rp 12.500," ujar Direktur Utama PT Food Station Arief Prasetyo, Senin, 8 Januari 2018.




(OGI)