Alat Pengolahan Limbah Tinja belum bisa Dipakai Masyarakat

Siti Yona Hukmana    •    Senin, 28 May 2018 12:59 WIB
air bersih
Alat Pengolahan Limbah Tinja belum bisa Dipakai Masyarakat
Konpers soal teknologi limbah tinja - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Perusahaan Daerah (PD) PAL Jaya meluncurkan instalasi pengolahan limbah lumpur tinja, PAL Andrich Tech System di Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT) Duri Kosambi. Teknologi ini mampu membuat air limbah lumpur tinja menjadi bersih dalam 30 menit.

Direktur PD PAL Jaya Subekti menyebut teknologi ini belum dapat dioperasikan di masyarakat. Sebab, teknologi ini masih menjadi bahan riset. 

"Masih riset. Kita belum bisa memastikan, ini kan juga dalam proses sertifikasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan dalam proses assessment Pusat Litbang Perumahan dan Pemukiman (Puskim) Kementerian PUPR," kata Subekti di kantornya Jalan Sultan Agung, Guntur, Setia Budi, Jakarta Selatan, Senin, 28 Mei 2018.

Ia menyebut kepastian pengoperasian dapat dipastikan setelah mendapat sertifikasi. 

"Kemarin kalau dari Puskim sertifikasinya bisa didapatkan selama enam bulan, dari Kementerian LHK mudah-mudahan bisa satu sampai dua bulan. Tapi, kita sudah dapatkan replikasi dari assessor instansi terkait. Nanti kalau kita dapat sertifikasinya, bisa kita kembangkan," ungkap Subekti.

(Baca juga: PAL Jaya Tegaskan Pengolahan Limbah Tinja bukan untuk Air Minum)

Subekti mengungkapkan teknologi ini merupakan karya anak bangsa bernama Andri dan Chairunnas. Saat ini teknologi Andrich masis proses paten di Indonesia.

"Andri dan Chairunnas punya pengalaman industri perminyakan. Pertama kali mempraktikkannya di industri perminyakan. Setelah diujicoba, mendapatkan kualitas dengan baku mutu di lingkungan, karena sudah menggunakan ultrafiltrasi. Jadi, bisa dijadikan cuci mobil, flushing toilet, siram tanaman, dan lain sebagainya," terang Subekti.

Teknologi ini, lanjut Subekti, mampu mengolah limbah tinja sebanyak 50 hingga 80 meter kubik per hari di IPLT Duri Kosambi. Sedangkan, di wilayah DKI Jakarta dapat mengolah hingga 300 meter kubik per hari. 




(REN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA