Larangan Sepeda Motor di Sudirman Diharap tak Kaku

Lis Pratiwi    •    Kamis, 10 Aug 2017 14:52 WIB
pembatasan sepeda motor
Larangan Sepeda Motor di Sudirman Diharap tak Kaku
Ilustrasi--MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana penerapan larangan sepeda motor melintasi jalan Sudirman-Thamrin diharapkan tidak kaku. Diharapkan ada kelonggaran aturan bagi karyawan bermotor di gedung-gedung yang tidak memiliki akses pintu belakang.

"Sebelum ada aturan ini (larangan motor) gedung ini sudah begini, jangan karena ada aturan jadi menutup bisnis kami," kata Yahya, building manager Mayapada Tower II saat ditemui Metrotvnews.com di Jakarta Pusat, Rabu 9 Agustus 2017.

Bagi Mayapada Tower II larangan motor tidak menjadi masalah karena memiliki pintu belakang. Namun, tidak dengan gedung di sebelahnya yakni Sona Topas Tower.

Baca: Bangun Kantong Parkir sebelum Melarang Motor Masuk Sudirman

Menurut Yahya, Pemprov DKI bisa memberi pengecualian bagi karyawan di gedung tersebut. Ia menjelaskan, jalan arteri terdekat dari Sona Topas berada dua gedung di sebelahnya.

Pemprov DKI diharapkan memberi kelonggaran bagi karyawan bermotor dengan stiker gedung tersebut untuk melewati Jalan Sudirman dari jalur arteri sampai Sona Topas.

"Diberikan bridging way, misalnya diberikan stiker logo gedung yang hanya bisa dikeluarkan gedung itu. Jadi motor yang jumlahnya ribuan itu bisa lewat. Tapi kalau melebihi gedung tersebut tidak boleh," jelas Yahya.

Baca: Pemprov DKI Diminta Beri Solusi untuk Karyawan Bersepeda Motor

Selain itu, Yahya juga meminta pemberian waktu sekitar enam bulan dari pemberitahuan hingga pemberlakuan aturan. Namun, Yahya mengaku siap dengan segala kebijakan yang akan ditetapkan Pemprov DKI.

"Secara pribadi kami juga kasihan dengan tenant-tenant kami, mau lewat mana. Ya terpaksa lewat belakang," pungkas dia.


(YDH)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

3 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA