TransJakarta Pakai Dana Non-APBD Menguji Coba Tarif Nol KWK

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 07 Apr 2017 16:25 WIB
transjakartaangkottransportasi
TransJakarta Pakai Dana Non-APBD Menguji Coba Tarif Nol KWK
Angkot KWK. Foto: Antara/Aprilio Akbar

Metrotvnews.com, Jakarta: PT TransJakarta menggunakan dana non-APBD dalam menguji coba tarif nol angkutan kota Koperasi Wahana Kalpika (KWK). Dana akan digelontorkan selama tiga bulan dan menargetkan 2.000 armada KWK terintegrasi.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono menjelaskan, anggaran yang digunakan diambil dari dana kewajiban pelayanan publik (PSO). Dia memperkirakan PT TransJakarta mengeluarkan Rp10 miliar saban bulan untuk menyubsidi KWK.

"Selama masa uji coba kami akan mengevaluasi keberlangsungan program integrasi KWK ini. Jika berkelanjutan, seluruh anggaran subsidi berasal dari APBD," kata Budi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 7 April 2017.

KWK dan TransJakarta resmi terintegrasi sebagai implementasi pola transportasi makro di DKI Jakarta. Keuntungan dari integrasi ini, penumpang mendapatkan layanan gratis menaiki angkot KWK. Syaratnya, penumpang harus memiliki kartu Layanan Integrasi Angkutan Lingkungan Pelanggan TransJakarta yang bisa dibeli Rp15.000. Kartu itu berlaku untuk satu bulan.

Trayek KWK terintegrasi Transjakarta baru diujicobakan untuk 10 jurusan, antara lain: 
1. Tanjung Priok-Balakturi, 
2. Kelapa Gading-Terminal Rawamangun, 
3. Semper-Tipar Cakung, 
4. Pulogadung-Pejuang Jaya, 
5. Rawamangun-Klender, 
6. Terminal Cililitan-Condet, 
7. Cililtan-Munjul, 
8. Pondok Labu-Pasar Kebayoran Lama, 
9. Lebak Bulus-Petukangan, dan 
10. Rawa Buaya-Grogol.


(UWA)