Pilkada DKI 2017

Keroyokan belum Tentu Menang

Erandhi Hutomo Saputra    •    Kamis, 22 Sep 2016 08:21 WIB
pilgub dki 2017
Keroyokan belum Tentu Menang
Ahok - Djarot usai mendaftar di KPU DKI Jakarta. Antara Foto/Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasangan bakal calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat diprediksi sulit tertandingi kendati seluruh partai tersisa bersatu.

Jika lawan ingin mengimbangi Ahok-Djarot, pasangan calon yang bisa diusung, yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Menurut survei Poltracking, tingkat keterpilihan Anies - Sandiaga dan Ahok - Djarot hanya berselisih sekitar 1 persen, yakni 36,38 persen dan 37,95 persen.

Dalam diskusi bertajuk Ahok-Djarot tanpa Lawan Tanding? Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menyatakan, di atas kertas Pilkada DKI Jakarta sudah selesai dengan pasangan Ahok-Djarot sebagai pemenangnya.

Terlebih partai-partai yang bersepakat melawan Ahok masih gamang menentukan pasangan calon yang mampu mengimbangi Ahok.

"Di atas kertas Pilkada DKI sudah selesai, apalagi (saat ini) hanya ada pasangan Sandi - Mardani, dan kalau hanya tersedia dua pasangan ini istilahnya tinggal tunggu hari pencoblosannya saja," ujar Ray, Rabu (22/9/2016).


Elite partai poros SBY berunding soal Pilkada DKI. Foto: MTVN/Intan Fauzi

Untuk itu, Ray menyebut perlu ada nama alternatif calon selain Sandiaga - Mardani yang bisa diusung PKB, PPP, PAN, dan Demokrat. Nama-nama yang bisa menandingi Ahok, menurut Ray, yakni mantan Mendikbud Anies Baswedan atau mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli.

Pasangan petahana Ahok - Djarot didukung empat partai yang menguasai 52 kursi di DPRD DKI. Di luar itu tersisa enam partai, yakni Gerindra, PKS, PKB, PAN, PPP, dan Demokrat, yang memegang 54 kursi.

Partai-partai tersebut mau tidak mau harus bersatu agar bisa mengusung calon yang cukup kuat menandingi Ahok.

Namun, peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menekankan faktor penentu kemenangan bukanlah banyaknya partai yang mengusung, melainkan kombinasi antara kekuatan figur dan struktur partai yang kuat untuk memenangkan calon.

Di hari pertama pendaftaran pasangan calon, baru Ahok - Djarot yang datang mendaftarkan diri ke Kantor KPU DKI Jakarta. Pendaftaran dibuka hingga Jumat 23 September, pukul 24.00 WIB.



Catat Rekor

Di daerah lain,  para calon kepala daerah juga mulai ramai mendaftarkan diri ke KPU. Salah satu yang menarik ialah pendaftaran pasangan calon kepala daerah Kabupatan Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yakni Dodi Reza Alex Noerdin - Beni Hernedi.


Partai pendukung Dodi - Alex. Antara Foto

Pasangan tersebut diusung oleh 11 partai politik yang ada di Musi Banyuasin, menyapu bersih dukungan parpol. Dukungan penuh seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam pilkada serentak.

Dodi - Beni akan ditantang pasangan calon dari independen, Amiri Arifin - Ahmad Toha.

Di Kota Jayapura, pasangan calon saling mengklaim parpol pendukung. Dua pasangan bakal calon yang mendaftarkan diri, kemarin, Abisai Rollo - Dippo Wibowo dan Benhur Tommi Mano - Rustan Sarru, sama - sama mengaku didukung Partai Golkar. (Media Indonesia)


(TRK)

Roemah Joeang Dijadikan Tempat Menyerap Aspirasi Masyarakat Jakarta
Pilkada Serentak 2017

Roemah Joeang Dijadikan Tempat Menyerap Aspirasi Masyarakat Jakarta

33 minutes Ago

Roemah Joeang ini akan dijadikan tempat menyerap aspirasi masyarakat terkait program-program DK…

BERITA LAINNYA
Video /