Bangunan Semipermanen Menjamur di Bahu Kanal Banjir Barat

Dhaifurrakhman Abas    •    Senin, 06 Nov 2017 19:52 WIB
penggusuranpemukiman liarnormalisasi
Bangunan Semipermanen Menjamur di Bahu Kanal Banjir Barat
Bangunan semipermanen di Kanal Banjir Barat. Foto: MTVN/Dhaifurrakhman Abas.

Metrotvnews com, Jakarta: Bangunan semipermanen menjamur di bahu Kanal Banjir Barat, Jakarta Pusat. Pemukiman liar itu dihuni oleh pendatang yang mencari nafkah di Ibu Kota .

"Saya di sini sebagai tukang cuci," kata Ayu, penghuni bangunan semipermanen, di Jalan Tenaga Listrik, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin 6 Oktober 2017.

Perempuan berusia 20 tahun itu mengaku sudah tinggal di kawasan itu dari 2004. Pekerjaan orang tua membuatnya ikut menempati kawasan tersebut. 

Perempuan berdarah Sumatera-Jawa ini mengatakan, dirinya dan warga sekitar aman dari gusuran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Pasalnya, mereka membayar iuran bulanan kepada oknum tertentu. 

"Kami bayar uang rokok dan iuran bulanan," kata dia. Namun ketika dikonfirmasi oleh Metrotvnews.com, Ayu dan warga sekitar tidak memberi keterangan jelas. 

Penghuni lain yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, pemerintah sudah sering menyosialisasikan dan menggusur warga. Namun, warga sekitar sering kembali setelah daerah aman dari penggusuran.

Dari pantauan, terlihat pemukiman semipermanen terbentang sejauh satu kilometer dari flyover Tanah Abang menuju Pintu Air Tanah Abang. Bangunan ini kebanyakan terbuat dari kayu, rotan, dan dilindungi oleh atap berlapis terpal. Hal ini memudahkan penghuni untuk pindah bila ada inspeksi.

Atin, warga yang memanfaatkan bahu jalan untuk berdagang, mengatakan dirinya dan warga membeli bahan bangunan dari toko material. Warga, kata dia, tak ambil pusing bila rumahnya dibongkar. 

"Kalaupun digusur, kita bisa beli lagi. Kemudian bangun lagi kalau sudah aman," kata Atin. 

Baca: Janji Sandi soal Penertiban Kanal Banjir Barat

Dia pun memberi saran kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno untuk memberikan tempat layak kepada warga. Dengan begitu, mereka tak kembali mendirikan bangunan liar. 

Sementara itu, Sandiaga berjanji menyinergikan kebutuhan penghuni pemukiman liar dengan lahan usaha yang tersedia. Bank sampah dianggap pas menampung hasil pengumpulan botol bekas air mineral untuk mata pencarian warga.

Berbeda dengan Sandi, Gubernur Anies justru enggan menjawab persoalan tersebut."Nanti kita lihat," kata Anies. 


(OGI)

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

4 hours Ago

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Setya Novanto menjadi pintu masuk Kom…

BERITA LAINNYA