Uji Coba OK Otrip Diperpanjang

Nur Azizah    •    Senin, 16 Apr 2018 16:30 WIB
sistem ok otrip
Uji Coba OK Otrip Diperpanjang
Supir Angkot Ok Otrip menunjukkan kartu OK Otrip saat menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (4/4). MI/Bary Fathahilah.

Jakarta: Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperpanjang masa uji coba program OK Otrip hingga 15 Juli 2018. Sedianya, program itu berakhir Minggu, 15 April 2018.

Seharusnya, program ini segera diimplementasikan usai uji coba. Namun, implementasi ditunda karena sistem pembayaran OK Otrip belum optimal.

“Ada beberapa hal yang masih perlu disiapkan lebih optimal,” kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub DKI, Masdes Arouffy, melalui pesan tertulis, Senin, 16 April 2018.

Baca: Sandi Targetkan 2.000 Angkot Ikut OK Otrip

Salah satu sistem yang belum bekerja optimal ialah perangkat pembayaran (card reader). Card reader yang dipasang di armada angkot belum akurat 100 persen.

"Perangkat itu masih belum bisa membaca transaksi saat tapping kartu. Kesuksesan pembacaan kartu belum 100 persen,” kata dia.

Saat ini, sistem ticketing OK Otrip masih dalam tahap pengujian oleh Bank Indonesia. Alhasil, sistem ticketing tidak bisa diimplementasikan secara menyeluruh tanpa ada hasil pengujian dari Bank Indonesia lebih dulu.

“PoC sistem ticketing masih dalam proses pendampingan dan konsultasi dengan BI,” tutur dia.

Baca: Pemprov DKI Cari Cara Muluskan Ok Otrip

Ada lima rute uji coba yang telah berjalan, yakni Kampung Melayu-Duren Sawit, Pondok Gede-Kampung Rambutan, Semper-Rorotan, Lebak Bulus-Pondok Labu, dan Grogol-Angke. Sedangkan rute Tanah Abang masih dalam tahap pembicaraan dan belum dipastikan kapan bisa dimulai.

Dalam masa tiga bulan uji coba tahap pertama, PT Transjakarta mencatat sebanyak 300 ribu penumpang menaiki armada OK Otrip dan sekitar 20 ribu kartu OK Otrip terjual.



(DRI)