Pengelolaan Sampah Diusulkan Jadi Indikator Penilaian Lurah dan Camat

Intan fauzi    •    Selasa, 19 Sep 2017 16:11 WIB
sampah jakarta
Pengelolaan Sampah Diusulkan Jadi Indikator Penilaian Lurah dan Camat
Ilustrasi sampah/ANT/Makna Zaezar

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengusulkan pengelolaan sampah jadi indikator penilaian lurah dan camat. Isnawa mengaku ide itu sudah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

"Saya pernah kasih saran ke pak Djarot termasuk Biro Tapem, salah satu indikator yang dinilai ya bagaimana kemampuan seorang lurah dan camat mereduksi sampah," kata Isnawa di Lapangan Parkir Ex. IRTI Monas, Jakarta Pusat, Selasa 19 September 2017.

Isnawa menjelaskan, kemampuan mengelola sampah termasuk dalam 3R, yaitu reuse, reduce, recycle. Isnawa yakin sampah Jakarta bisa diminimalisasi bila lurah dan camat mau bergerak.

Isnawa juga menargetkan setiap RW memiliki bank sampah. Lagi-lagi, hal itu sulit terwujud tanpa peran lurah dan camat.

Saat ini, Jakarta baru memiliki dua bank sampah, di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. "Kembali ke peran lurah karena lurah yang punya RW, kalau kami sudah bikin imbauan gubernur, sudah bikin instruksi gubernur bahkan" jelas Isnawa.

Sampah Jakarta yang dikirim ke tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Bantargebang mencapai 6.500-6.900 ton per hari. Isnawa yakin sampah Jakarta bisa berkurang hingga 2.000 ton per hari bila setiap RW memiliki bank sampah

"Kalau sekarang kecil, masih dikisaran 100 ton. Sampahnya juga anorganik ya kecil-kecil," ujar dia.


(OJE)