Meski Dirazia, PKL Tetap Kembali ke Tanah Abang

M Sholahadhin Azhar    •    Kamis, 18 May 2017 11:45 WIB
tanah abangpenertiban pkl
Meski Dirazia, PKL Tetap Kembali ke Tanah Abang
Razia pedagang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat--Metrotvnews.com/M Sholahadhin Azhar

Metrotvnews.com, Jakarta: Para pedagang akan kembali berjualan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kendati kerap dirazia. Sebab, para pedagang tak memiliki lokasi lain.

"Ya enggak mungkin kapok mereka, wong kerjaannya cuma (berdagang) itu," kata Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Rofik H kepada Metrotvnews.com, Kamis 18 Mei 2017.

Rofik tak berani berkomentar saat ditanyai langkah Satpol PP mengatasi hal tersebut. Rofik mengaku sejak Senin, 15 Mei 2017, telah berkoordinasi untuk menertibkan pedagang.

Saat itu kemacetan di depan Stasiun Tanah Abang tidak parah. Para pedagang bisa diatur dan tidak berdagang sampai keluar dari trotoar. Kondisi berbeda terjadi saat memasuki hari libur.
"Orang jalan di trotoar saja sulit," jelas Rofik.

Petugas Satpol PP lainnya, Djayadi, mengklaim tak melepas tanggung jawab saat hari libur. Ia menyebut memantau kondisi badan jalan yang dipakai berjualan.

Mengingat fasilitas umum juga dipakai masyarakat, meski tak seramai hari biasa. "Ini hari libur tetap kita pantau," terangnya.

Baca: PKL Tanah Abang Selalu Dapat Bocoran Razia



Sebelumnya, Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tanah Abang tidak khawatir dengan razia yang gencar dilakukan Satpol PP. Mereka yang biasa bayar jatah preman selalu dapat informasi jika akan ada razia.
 
Komandan Satpol PP Tanah Abang, Aries SC, tak mau berkomentar ketika ditanya keterlibatan preman membocorkan informasi ini. Ia menegaskan, Polri dan TNI telah berkoordinasi menindak preman.

Senin 15 Mei 2017, Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta PKL Tanah Abang menghargai hak pejalan kaki. Belakangan, PKL mulai menjulur di pinggiran jalan Tanah Abang.

Baca: PKL Tanah Abang Diminta Menghargai Hak Pejalan Kaki

Djarot menegaskan, PKL harus terbiasa memikirkan kepentingan pihak lain. Pedagang tak boleh egois dan menang sendiri. Siapa yang dianggap mengganggu kenyamanan umum harus siap ditertibkan.

"Saya minta kepada siapa pun juga dan pedagang disana, tolong kita saling hargai hak dan kewajiban masing-masing. Jangan kalian hanya pentingkan haknya saja," tegas pengganti Gubernur nonaktif Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama itu.

Trotoar maupun pinggiran jalan Tanah Abang pernah bersih dari PKL. Ahok-Djarot sudah berhasil menertibkan persoalan itu. Belakangan, PKL Tanah Abang kembali. Keberadaan mereka mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.


(YDH)