Acho Berharap Pengelola Green Pramuka Bersikap Adil

Damar Iradat    •    Rabu, 09 Aug 2017 20:22 WIB
pencemaran nama baik
Acho Berharap Pengelola Green Pramuka Bersikap Adil
Muhadkly MT alias Acho. Foto: Screen shot

Metrotvnews.com, Jakarta: Komedian Muhadkly alias Acho meminta pengelola Apartemen Green Pramuka bersikap adil menawarkan mediasi untuk menyelesaikan kasus pencemaran nama baik. 

"Tawaran mediasi gencar dilakukan sejak 7 Agustus 2017 dengan persyaratan cukup berat," kata Acho, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 9 Agustus 2017. 

Ia mengatakan, salah satu persyaratan yang diajukan pengelola Green Pramuka adalah agar Acho menghapus tulisan tentang keluhan di blognya. Acho juga diminta untuk menyampaikan permohonan maaf. 

Ia menambahkan, pihaknya telah menghubungi dan menwarkan pertemuan kepada pengacara pengelola Apartemen Green Pramuka, Dana S. Winata. Namun, permintaan tersebut ditolak. 

Baca juga: Dilaporkan Apartemen Green Pramuka, Acho Fokus Lakukan Pembelaan

Acho menambahkan, dirinya berprinsip untuk membuka upaya mediasi yang tidak merugikan salah satu pihak dan transparan. Ia dan pengacaranya turut menawarkan mediasi dengan persyaratan. 

Pertama, menghentikan kriminalisasi Acho maupun konsumen apartemen lain yang tengah bersengketa hukum dengan pengelola. Kemudian, kedua pihak menyampaikan permohonan maaf: Acho yang menulis blog meminta maaf karena merugikan penjualan unit apartemen dan pengelola apartemen meminta maaf karena terburu-buru memidanakan konsumen tanpa menempuh mediasi.

Ketiga, Acho harus memuat hak jawab yang ditulis pengelola apartemen melalui blog untuk memberikan perimbangan. Serta terakhir, mediasi harus dilakukan secara transparan dan melibatkan warga penghuni Apartemen Green Pramuka dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebagai mediator. 

Polemik Acho dan pengelola Apartemen Green Pramuka City segera disidangkan. Berkas perkara sudah dinyatakan lengkap alias P21. Acho menjadi tersangka kasus itu.

Kasus itu berawal dari tulisan Acho mengenai Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat, pada 2015. Acho yang merupakan penghuni apartemen tersebut sejak 2014 kecewa lantaran ada ketidakkonsistenan pengelola terkait fasilitas ruang terbuka hijau.

Tulisan itu justru berujung pada pelaporan polisi. Danang Surya Winata selaku kuasa hukum PT Duta Paramindo Sejahtera, pengelola apartemen, melaporkan kasus ini ke polisi. Acho dilaporkan atas kasus pencemaran nama baik dan dijerat Pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 310, 311 KUHP.

Baca juga: Ahli: Acho tak Bisa Dipidana Pencemaran Nama Baik


(LDS)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

3 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA