Hak 57 Siswa SMA Negeri 10 Terbuka Dijamin Sama

Gana Buana    •    Senin, 14 Aug 2017 08:06 WIB
pendidikansekolah
Hak 57 Siswa SMA Negeri 10 Terbuka Dijamin Sama
Ilustrasi--Suasana mediasi SMAN 10 Bekasi dengan 57 siswa dan wali siswa. MTVN/Juven Martua Sitompul.

Metrotvnews.com, Jakarta: Hak 57 siswa SMA Negeri 10 terbuka dijamin sama dengan 360 siswa baru reguler yang ada di sekolah tersebut. Mulai dari kurikulum, tenaga pengajar hingga ijazah.

"Sosialisasi sudah dilakukan kemarin, Sabtu 12 Agustus 2017. Alhamdulillah masalahnya sudah selesai," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Innayatullah menyampaikan, dari kepada Media Indonesia, Minggu 13 Agustus 2017.

Inay menjelaskan, sebelum menemukan kata mufakat, para orangtua siswa sempat mempertimbangkan opsi pemindahan siswa ke SMA Terbuka. Sebab, para orangtua siswa belum mengetahui sistem dari sekolah terbuka itu seperti apa. Padahal, sekolah tersebut merupakan pendidikan jarak jauh yang tetap menginduk pada SMA Negeri 10.

Baca: Siswa Terlantar SMAN 10 Bekasi Sepakat Dipindah ke SMA Terbuka

Pembukaan SMA Negeri 10 Terbuka merupakan instruksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam surat keputusan Pemprov tegas menyatakan bila sekolah negeri berkewajiban mengelola sekolah terbuka.

"Ini adalah opsi yang ditawarkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebab secara aturan mereka tidak bisa masuk ke Dapodik SMA Negeri 10. Maka dibuat SMA Negeri 10 terbuka agar mereka bisa masuk Dapodik dan terdaftar dalam urusan administrasi lainnya," jelas Inay.

Bagi Inay, pihaknya hanya ingin 57 siswa yang sempat belum mendpatkan pengajaran sejak awal tahun ajaran 2017/2018 segera belajar. Maka pembukaan SMA Terbuka, kata dia, langkah tepat menyelesaikan persoalan tersebut.

"Ini solusi yang tepat untuk 57 siswa tersebut cepat cepat belajar, sebentar lagi udah UTS, itu yang penting," ujar Inay.

Baca: Alasan Wali Kota Bekasi Minta Penambahan Siswa di SMAN 10

Sementara itu, tambah dia, dari 72 siswa yang mendaftar hanya 57 orangtua siswa yang menyetujui anaknya masuk ke SMA Negeri 10 Terbuka. Sedangkan, 15 siswa lainnya memutuskan untuk pindah ke sekolah swasta. "Yang lain sudah masuk sekolah swasta, SMA Cindra Mata Kota Bekasi," imbuh dia.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyampaikan, penambahan rombongan belajar tersebut memang awalnya pemerintah Kota Bekasi yang minta pada Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud pada awal Juni lalu. Permohonan tersebut pun dikabulkan melalu sebuah surat.

"Mereka membalas surat kami, dan isinya membolehkan pemerintah mengambil kebijakan sendiri dari analisis wilayah masing-masing kota/kabupaten itu," ujar Rahmat.

Rahmat menjelaskan, pendidikan di wilayahnya tidak dianggap remeh. Sehingga, animo masyarakat masuk ke sekolah negeri pun tinggi. Namun, pemerintah saat ini belum mampu menyediakan unit sekolah baru yang memadai. Inilah yang berimbas banyaknya siswa yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah belum tertampung.

Padahal, kata dia, mayoritas siswa mendaftar ke sekolah terdekat dari rumahnya. Sebab ini adalah salah satu cara agar menghemat biaya pengeluaran ongkos.

"Apalagi dari 72 siswa yang diseleksi ikut dalam rombongan belajar tambahan kemarin rata-rata siswa kurang mampu, sehingga andalan mereka ya sekolah negeri yang dekat dengan pemukiman mereka," tukas dia.


(YDH)

Setya Novanto Terancam Pidana Berat

Setya Novanto Terancam Pidana Berat

36 minutes Ago

Terdakwa kasus korupsi ktp-el Setya Novanto terancam pidana berat. Dalam surat dakwaan yang dib…

BERITA LAINNYA