Polisi Negosiasi Buruh Terkait Aksi 2 Desember

Arga sumantri    •    Selasa, 29 Nov 2016 23:25 WIB
Polisi Negosiasi Buruh Terkait Aksi 2 Desember
Wakapolda Brigjen Pol Suntana. MI/ Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi bakal segera menemui perwakilan massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Pertemuan dalam rangka koordinasi terkait rencana aksi buruh pada 2 Desember mendatang.

"Kita akan negoisasi dan mengimbau, kalau bisa jangan dilaksanakan tanggal 2 Desember," kata Wakapolda Brigjen Pol Suntana di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/11/2016).

Sejauh ini, Suntana mengatakan belum melakukan komunikasi langsung dengan pihak buruh. Dia juga belum bisa memastikan apakah sudah pemberitahuan terkait aksi buruh 2 Desember nanti ke Mabes Polri. Dalam pertemuan dengan buruh, polisi juga bakal berdiskusi soal lokasi aksi.

"Apakah (buruh) akan bergabung, apakah akan memaksakan di suatu tempat yang (waktunya) bersama-sama, kan itu membahayakan," ucap Suntana.

Polisi, kata Suntana, juga telah mengomunikasikan rencana aksi buruh dengan GNPF MUI. Polisi juga meminta GNPF MUI bisa ikut membantu mengimbau massa buruh.

"Teman-teman GNPF kalau bisa mengimbau teman-teman buruh.  Supaya tidak menggunakan lokasi yang sama," ujar Suntana.

Sebelumnya, massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memastikan bakal turun ke jalan pada 2 Desember. Mereka menyebut punya misi yang sama dengan GNPF MUI, yakni minta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama, tersangka kasus penistaan agama dipenjarakan. Tapi, mereka mengaku tak bakal bergabung dengan GNPF MUI di Monas.

Buruh juga mengusung misi lain dalam aksi 2 Desember nanti. Tema besar aksi buruh menuntut perbaikan kesejahteraan. Mereka menjadikan kawasan Patung Kuda dan Balai Kota jadi titik kumpul sekira pukul 10.00 WIB.

Setelah itu, mereka berencana long march menuju Istana Negara untuk berorasi. Ketua KSPI Said Iqbal meminta massa buruh diperlakukan sama dengan massa GNPF MUI. Said juga minta polisi tidak coba menghalangi rencana unjuk rasa buruh.
(SCI)