Tanaman di Balai Kota Rusak Diinjak-injak Demonstran

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 14 Oct 2016 18:25 WIB
unjuk rasa
Tanaman di Balai Kota Rusak Diinjak-injak Demonstran
Petugas taman tengah membereskan tanaman hias yang rusak usai demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (14/10/2016). MTVN/Whisnu Mardiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta menyisakan jejak buruk. Tanaman hias di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di depan Balai Kota DKI, rusak.

Sukria, petugas taman Balai Kota DKI, pasrah melihat nasib tanaman hias yang runduk karena diinjak. Petugas taman Balai Kota akan bekerja semalaman membuat taman terlihat asri kembali.

"Harus bersih hari ini, besok tidak boleh ada yang sisa. Tiap demo memang perlakuannya seperti ini di lapangan," kata Sukria di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016).


Tanaman hias yang rusak di depan Balai Kota DKI Jakarta usai unjuk rasa, Jumat (14/10/2016). MTVN/Whisnu Mardiansyah.

Tak hanya diinjak, sebagian dedaunan dicabut sebagai alas duduk. Sukria tak habis pikir. Padahal, taman hias baru saja disulam beberapa hari yang lalu.

"Tahunya demo lagi, jadi rusak lagi," keluh Sukria.

Petugas taman terpaksa mencabut seluruh tanaman hias yang rusak. Setelah dicabut, tanah di taman akan diolah dan ditanam ulang.

Sebenarnya, petugas bisa saja memotong tanaman yang rusak, membiarkan tunas baru tumbuh. Tapi, tindakan itu akan memakan waktu lama untuk membuat taman terlihat asri kembali.

"Mungkin nanti kita ganti dengan tanaman baru," jelas Sukria.


Pengunjuk rasa mencabut dedaunan dan menggunakannya sebagai alas duduk selama demonstrasi di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/10/2016). MTVN/Whisnu Mardiansyah.

Aksi di depan Balai Kota berlangsung sejak siang. Ketua Front Pembela Islam Habieb Rizieq memerintahkan agar aksi berlangsung damai dan tertib. Rizieq juga meminta demonstran tak melakukan perusakan fasilitas umum.

Tapi, kenyataan berkata lain. Sebagian besar demonstran justru menginjak tanaman hias sebagai upaya mencari jalan pintas. Tak hanya itu, demonstran juga memotong dan mencabut dedaunan sebagai alas duduk di pinggir jalan.

 


(DRI)