Sandi Sebut Harga Beras Naik akibat Distribusi Tersendat

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 09 Jan 2018 10:24 WIB
berasharga beras
Sandi Sebut Harga Beras Naik akibat Distribusi Tersendat
Ilustrasi: Beras. Foto: MI/Jhoni Kristian.

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan harga beras naik lantaran masalah distribusi. Oleh karena itu, pihaknya gencar mengintervensi dengan menggelontorkan 3.000 ton beras ke DKI.

"Melonjaknya karena pasar mengantisipasi lemahnya pasokan dan disinyalir ada beberapa aliran distribusi, rantai distribusi yang tersendat," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2018.

Dengan sistem itu, Sandi menjamin pasokan beras di lapangan akan aman empat hingga lima hari ke depan. Jaminan ini sejalan dengan intervensi PT Food Station Tjipinang Jaya dan Kementerian Pertanian.

"Karena ini krusial, menunggu masa panen raya yang diperkirakan sekitar 1,5-2 bulan lagi dari sekarang," terang dia.

Ketua Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia (APSI) itu mengaku sudah mengimbau pedagang agar menahan komoditasnya. Dia sudah berkoordinasi dengan 112 pasar beras yang berada di Jakarta.

"Untuk membantu menyalurkan beras ini dan tidak tersendat aliran distribusinya," tutup dia.

Baca: DKI Gelontorkan 3.000 Ton Beras untuk Stabilkan Harga

Berdasarkan informasi dari PT Food Station Tjipinang Jaya, beras medium naik menjadi Rp8.800 dari Rp8.000. Sementara itu, beras premium menjadi Rp12.500 dari Rp12.000.

"Beras medium dari Rp8.000 sekarang Rp8.800. Ada juga yang sampai R 11.000 kalau kualitas yang bagus. Beras premium Rp12.000 jadi Rp12.500," ujar Direktur Utama PT Food Station Arief Prasetyo, Senin, 8 Januari 2018.




(OGI)