Butuh Rekayasa Lalu Lintas di Tol Becakayu

Husen Miftahudin    •    Senin, 19 Jun 2017 06:43 WIB
tol becakayu
Butuh Rekayasa Lalu Lintas di Tol Becakayu
Tol Becakayu yang menghubungkan Jakarta dengan Bekasi. Foto: Antara Foto/Wahyu Putro.

Metrotvnews.com, Jakarta: Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) bakal digunakan untuk mengurai kemacetan di Jalan Raya Kalimalang, Bekasi. Pengelola jalan tol bersama kepolisian pun diminta merekayasa lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan baru.

Jalan Tol Becakayu hanya akan digunakan sepanjang 4,5 kilometer (km). Jalurnya, dari Rumah Sakit Harum Sisma Medika sampai Pasar Sumber Arta.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, rekayasa lalu lintas ditujukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di pintu keluar tol dekat Pasar Sumber Arta. Kemacetan berpotensi terjadi di titik itu.

"Di ujung (jalan tol) pas turun di Pasar Sumber Arta itu kita lihat ada penyempitan karena yang di jalan nontol juga ada (kendaraan). Bila dapat aliran (volume) kendaraan yang besar dari atas, maka ini butuh pengaturan," ujar Herry kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Minggu 18 Juni 2017.

Secara prinsip, Tol Becakayu bisa digunakan. Namun, Herry memberi catatan tambahan terhadap pengendalian lalu lintasnya. Pasalnya, bila tidak dikendalikan, tol dikhawatirkan malah justru menimbulkan kemacetan yang makin parah.

"Jadi kalau nanti macet (di atas) harus ditutup lagi (jalan tolnya). Jangan memindahkan macet ke atas, karena jalan di bawah juga rentan (macet)," tegas Herry.

Awalnya, Tol Becakayu digunakan pada Minggu 18 Juni dini hari. Namun, penggunaan jalan tol tersebut diundur karena tidak mendapat restu BPJT. Tol itu tidak memenuhi administrasi.

Baca: ?Alasan Waskita Karya Undur Fungsional Jalan Tol Becakayu

Herry mengaku tidak mendapat laporan dari pengelola soal penggunaan Tol Becakayu untuk jalur mudik. "Soal kesiapan juga belum dilaporkan kepada kami. Tiba-tiba bilang mau dibuka (untuk jalur mudik), makanya tadi pagi kami lihat ke lapangan," papar dia.

Ada dua hal yang harus dilaporkan pengelola jalan tol Becakayu ke BPJT. Pertama laporan soal kesiapan infrastrukturnya. Yang kedua soal penggunaan jalan tol saat di lapangan nantinya.

"Operasional di lapangannya sendiri harus ada yang mengendalikan, yang mengendalikan dari kepolisian. Enggak bisa dia serta merta langsung dibuka, nanti kalau ada apa-apa kan repot," ungkap Herry. "Dua hal tadi yang utama, kalau mau dibuka harus dilaporkan atau ada proses persetujuannya. Dalam pelaksanaannya juga nanti harus ada pengendalian dari kepolisian."




(OGI)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

7 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA