Aturan Wajib Garasi Ancam Bisnis Parkir Liar

Ilham wibowo    •    Selasa, 12 Sep 2017 15:28 WIB
pemilik mobil wajib punya garasi
Aturan Wajib Garasi Ancam Bisnis Parkir Liar
Parkir liar di kawasan Kebon Kacang. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang menjadi magnet bisnis parkir liar di Jakarta Pusat. Bisnis itu terancam tutup bila aturan kewajiban pemilik mobil memiliki garasi diterapkan.
 
"Jelas terancam, ladang penghidupan kami dari upah parkir yang tidak seberapa itu," kata pemilik lapak parkir di Kebon Kacang, Riki, 43, kepada Metrotvnews.com, Selasa 12 September 2017.
 
Riki dan tujuh rekan kerja menggarap lahan yang mampu diisi 30 kendaraan roda empat. Selain lahan kosong di sekitar Rumah Susun (Rusun) Kiai Mansyur Blok A Tanah Abang, bahu Jalan Kebon Kacang  45 juga dijadikan lapak parkir kendaraan.

Baca: Ketua RW tak Berkutik bila Aturan Wajib Garasi Diberlakukan

"Kami hanya melakukan penjagaan, kami juga ikut mengatur lalu lintas agar parkir tak sampai menganggu ketertiban," ujar Riki.
 
Kendaraan yang parkir 2 jam  dikenakan biaya Rp10 ribu. Semenatara kendaraan milik warga setempat yang tidak memiliki garasi dikenakan tarif berlangganan sebesar Rp200 ribu per bulan.
 
Riki mengatakan, dirinya memberikan fasilitas jaminan berupa kemanan parkir terutama saat malam hari. Selain itu, ia memberikan fasilitas cuci mobil bila pemilik kendaraan berkenan memberikan tambahan upah.
 
"Kami jaga bergantian 24 jam, pemilik kendaraan tidak perlu khawatir," ujarnya yang sudah menekuni bisnis perparkiran selama 20 tahun.

Baca: Aturan Wajib Garasi Belum Berlaku di Kebon Kacang

Selain kendaraan milik warga setempat, lahan parkir liar di bahu jalan juga dimanfaatkan ratusan kendaraan milik karyawan maupun pengunjung mal, perkantoran dan hotel di sekitar Tanah Abang.
 
"Pertama, memang tidak ada lahan lagi untuk parkir. Lalu harga parkir di gedung berkali-kali lipat," ucapnya. 
 
Riki mengatakan, aturan penegakan perda aturan kepemilikan garasi berdampak besar bagi kelangsungan mata pencahariannya.
 
"Dari dulu memang sudah ada mobil yang diderek, tapi itu di jalan protokol. Jalan Kebon Kacang di sini kan jalan kampung di tengah-tengah permukiman padat penduduk, jadi tidak perlu khawatir membuat kemacetan," ujarnya.




(FZN)