Pemprov DKI Berencana Sediakan Unit Rusun untuk Dijual

Intan fauzi    •    Selasa, 18 Oct 2016 12:02 WIB
rusunawa
Pemprov DKI Berencana Sediakan Unit Rusun untuk Dijual
Gubernur DKI Basuki Tjahaja purnama saat meresmikan RPTRA Marunda, Selasa 18 Oktober/MTVN/Intan Fauzi

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemprov DKI Jakarta akan menyediakan unit rusun untuk dijual kepada warga. Unit rusun yang akan dijual ketika masyarakat sudah sukses berwirausaha itu dibangun dengan model apartemen yang lebih baik.

"Nanti kalau sudah mampu usaha kebun, ikan, kami bangun rusun yang dicicil pake lift, kami cuma jual bangunan murah, beberapa tipe rusun," kata Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Marunda, Jakarta Utara, Selasa (18/10/2016).

Untuk segera merealisasikan rencana itu, Pemprov DKI menyiapkan modal usaha bagi warga rusun. Hasil usaha akan menjadi modal warga menyicil hunian yang lebih baik.

Dengan demikian, warga memiliki surat kepemilikan atas rusun. Tapi syaratnya warga tidak boleh menjual rusun selain kepada pemerintah.

"Itu hak milik tapi enggak boleh jual ke orang lain tapi jual ke kami harga nilai jual objek pajak (NJOP)," jelas Ahok.


Ahok didampingi Sophia Latjuba bersama warga ketika meresmikan RPTRA Marunda, Selasa 18 Oktober/MTVN/Intan Fauzi

Pemprov DKI Jakarta masih harus menaikkan taraf hidup warga sebelum merealisasikan rencana tersebut. Saat ini, Pemprov DKI memberikan unit rusun secara cuma-cuma untuk warga.

Ahok mengatakan, masyarakat belum sanggup membeli rusun senilai ratusan juta rupiah per unit. "Rusun kenapa enggak kami jual? Karena satu unit rusun dibangun Rp260 juta, kalau kami kasih cicil bapak/ibu enggak sanggup," ujar dia.

Pemprov DKI, kata Ahok, menyubsidi 80 persen biaya rusun. Warga tinggal membayar biaya perawatan rusun Rp5 ribu-Rp15 ribu per hari.

Selain menyediakan unit rusun untuk dicicil, Pemprov DKI juga bakal membuat rusun untuk disewa seharga rumah kos. Harga sewa yang ditawarkan cukup tinggi.

"Mungkin sewanya Rp3 juta sebulan," ujar Ahok.

Pernyataan Ahok mengundang kekecewaan warga rusun Marunda yang hadir. Namun, Ahok optimistis pada waktunya masyarakat mampu membayar biaya sewa.

"Ya kan bapak/ibu sudah naik kelas," ungkap Ahok.


(OJE)