Anies Diminta Percepat Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Sungai

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 14 Nov 2017 15:51 WIB
normalisasi sungai
Anies Diminta Percepat Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Sungai
Ilustrasi Kali Pesanggrahan - MTVN/Whisnu Mardiansyah

Jakarta: Proyek normalisasi kali di Jakarta untuk sementara terhenti karena terkendala masalah pembebasan lahan. Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) meminta Pemprov DKI segera melakukan pembebasan lahan.

Kepala BBWSCC Jarot Widyoko menuturkan, dalam rencana kerja tahun 2017, proyek normalisasi sungai di ibu kota, masih ada sejumlah titik yang mesti diselesaikan. Namun, hal itu terpaksa dihentikan karena masalah lahan yang belum tuntas.

"Jadi kami sebenarnya, masalah pengendalian banjir kita menunggu mana lahan-lahan yang bebas nanti kita kerjakan," kata Jarot kepada Metrotvnews.com, Selasa 14 November 2017.

Utamanya, kata Jarot proyek yang sedang berjalan yakni normalisasi Kali Ciliwung. BBWSCC sudah mengembalikan sisa anggaran proyek normalisasi tahun 2017 sebesar Rp40 miliar lantaran proyek yang terhenti.

"Kita kembalikan dana karena tanah belum bebas," ucap dia.

Dari total 33 km proyek normalisasi Kali Ciliwung terbagi menjadi empat paket. Dua paket di antaranya sudah rampung sepanjang 16 km yang mulai dikerjakan sejak tahun 2013-2017. Salah satu yang menjadi kendala pembebasan lahan di antaranya ada di wilayah Kelurahan Kebon Manggis dan Kelurahan Manggarai.


Pekerja dengan alat berat mengeruk endapan lumpur di Kali Pesangrahan, Srengseng, Jakarta, Rabu (29/3) - MI/Galih PRadipta


Bahkan, untuk normalisasi Kali Pesanggrahan kata Jarot terhenti sejak tahun 2015 lalu. Lagi-lagi masalah pembebasan lahan menjadi kendala utama proyek ini dapat dilanjutkan.

"Sebenarnya tahun ini ada, kami harapkan saja tanah bebas kita masuk," ucap dia.

Jarot meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secepatnya melakukan upaya pembebasan lahan. Pasalnya, normalisasi dan sodetan sungai cara untuk meminimalisasi penanganan banjir di ibu kota. Tidak ada pilihan lain.

"Semoga dengan masanya Pak Guru Anies bisa lebih cepat (pembebasan lahan) dengan cara beliau. Kami minta Pak Gubernur, tanah yang sudah bebas mana nanti langsung disampaikan ke Pak Menteri (PUPR) nanti dialokasikan sama beliau," jelas dia.

Jarot memastikan untuk tahun 2018 sendiri proyek normalisasi masih belum bisa berjalan. BBWSCC tak mendapatkan alokasi anggaran untuk proyek normalisasi sungai di ibu kota.

"Jadi untuk tahun 2018 juga belum ada alokasi. Karena kita sudah alokasikan (2017) akhir tahun juga belum dilaksanakan kerena tanah belum bebas," pungkas dia.


Normalisasi kali Ciliwung di Bukit Duri - MI/Arya Manggala
 


(REN)