Lima Blok Rusun DKI Dibangun Tanpa SOP

Intan fauzi    •    Rabu, 19 Oct 2016 15:17 WIB
rusunawa
Lima Blok Rusun DKI Dibangun Tanpa SOP
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: MTVN/LB Ciputri Hutabarat)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lima blok rumah susun sewa (rusunawa) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diketahui dibangun kontraktor tanpa mematuhi Standard Operating Procedures (SOP). Pemprov DKI kini memasukan kontraktor nakal itu dalam daftar hitam.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengatakan, banyak rusunawa di DKI yang rusak. Padahal, rusun itu baru setahun dibangun.
 
Ahok mengatakan, ia sudah menghentikan pembangunan lima blok rusun. Ahok tak mau rusun cepat rusak.
 
"Itu kenapa saya hentikan pembangunan lima blok rusun yang enggak bener. Sudah kita cek, cornya sudah ngaco, itu sudah enggak ketolong, nanti satu tahun bocor. Makanya lebih baik saya blacklist," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).
 
Ahok memastikan, rusun yang rusak tidak akan diperbaiki. Pihaknya akan merehab bangunan itu. "Rehab habis," kata Ahok.
 
Rusun yang perlu direhab total salah satunya Rusun Marunda, Jakarta Utara. Ahok sudah menghentikan pembangunan tiga blok rusun baru di Marunda.


 
"Rusun Penjaringan kalau sudah terlalu tua juga mesti bongkar. Jadi, semua bangunan lama hampir enggak bisa dipakai, selain ukuran jelek, semua bocor, sistemnya enggak bener," ujar Ahok.
 
Ahok mengakui, pemutusan kontrak mendapatkan protes dari pihak kontraktor. Tapi ia tidak menghiraukan itu.
 
"Biarin saja, mau gugat ya gugat saja. Saya sudah bilang kalalu enggak punya duit jangan bikin bangunan yang jelek, kasihan orang yang tinggal kalau bocor," ujar Ahok.
 
Pemprov DKI berencana membangun 10.450 unit rusun pada 2017. Rusun itu diperuntukkan warga dengan tingkat ekonomi lemah.
 
"Untuk 2017, kita akan bangun 10.450 unit rusun. Itu adalah kewajiban Pemprov DKI menyediakan hunian yang layak dan manusiawi. Kita bangun tahun depan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.
 
Djarot mengatakan, Pemprov DKI menyediakan dana sebesar Rp4,1 Triliun. Djarot memprediksi pengerjaannya dapat dimulai awal tahun depan dan rampung akhir 2017. "Lelang konsolidasinya November atau Desember. Awal tahun depan sudah bisa eksekusi," ujar Djarot.
 
Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Arifin, mengatakan, pembangunan rusun akan tersebar di lima wilayah kota di 19 lokasi. "Di antaranya ada di Nanggrek, Penjaringan, dan Tambora," kata Arifin.




(FZN)