Pengguna Lift Diminta Lebih Sadar Keselamatan

Deny Irwanto    •    Selasa, 21 Mar 2017 06:45 WIB
lift jatuh
Pengguna Lift Diminta Lebih Sadar Keselamatan
Beberapa anggota Polres Jakarta Selatan tengah olah TKP lift jatuh di Blok M Square. (Foto: MTVN/Riyan Ferdianto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kecelakaan lift yang memakan sejumlah korban luka di Blok M Square, Jakarta Selatan, patut menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. Pasalnya, kecelakaan diduga akibat lift kelebihan kapasitas hingga tidak kuat menampung beban.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Stefanus Ridwan, meminta ke depan para pengunjung mal tidak memaksakan diri jika lift sudah penuh.

"Terkadang lift sudah bunyi keberatan, namun masih ada yang masuk lagi. Jadi perlu juga ada kesadaran dari pengguna," kata Stefanus saat dihubungi wartawan, Senin 20 Maret 2017.

Stefanus menyebut, bila masyarakat memiliki kesadaran tentu tidak akan terjadi insiden lift jatuh di Blok M Square. Sebab dia meyakini, lift yang dipasang di sejumlah pusat perbelanjaan yang tergabung dalam APPBI sudah melalui pengecekan berkala. 

Bahkan di beberapa mal, pengecekan dilakukan tenaga dari luar negeri. "Jadi benar-benar terpelihara," ujar Stefanus. 

Untuk diketahui, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Husein Murad, menjelaskan lift yang jatuh di Blok M Square sudah penuh sejak dari lantai tujuh. Menurut dia, setelah salat Jumat, masyarakat membludak masuk ke dalam lift, sehingga lift tersebut tidak sanggup menahan beban. 

"Jadi liftnya melorot, bukan jatuh bukan putus," ungkap Husein.

Berdasarkan pernyataan sejumlah saksi mata, lift memang sudah penuh sejak lantai tujuh yang merupakan lokasi Masjid Nurul Iman. Setiap Jumat siang, masjid tersebut digunakan masyarakat untuk melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Masjid Nurul Iman merupakan salah satu masjid terbesar dalam mal di Indonesia. Masjid ini memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi dan mampu menampung hingga 10.000 orang jemaah. 

Sebelumnya lift di Blok M Square meluncur tak terkendali sekira pukul 13.00 WIB, selepas salat Jumat, 17 Maret 2017. Lift sebenarnya hanya memiliki kapasitas 24 orang, tetapi dipaksa diisi 35 orang. Tanda peringatan beban berlebih kala itu telah berbunyi, namun diabaikan.


(REN)