Proses Perizinan Pemasangan Reklame Dikeluhkan

Cindy    •    Kamis, 17 Jan 2019 18:59 WIB
papan reklame
Proses Perizinan Pemasangan Reklame Dikeluhkan
Pekerja memperbaiki rangka papan reklame di Kawasan Pancoran, Jakarta, Senin (7/1/2019). ANT/Galih Pradipta.

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan penertiban reklame demi mencegah korupsi pajak reklame sejak 19 Oktober 2018 lalu. Penertiban itu ternyata membebani salah satu perusahaan reklame di Jakarta.

Ervan Rusli, pemilik 'Reklame Jakarta', Jakarta Utara, mengeluhkan perizinan pemasangan reklame yang semakin sulit. Menurutnya, reklame berukuran di atas enam meter dengan tiang besar dipersulit perizinannya. 

"Pokoknya di atas enam meter, misal 6 x 4 meter, itu sulit. Kalau tiangnya besar, media cetaknya besar dipersulit. Kalau cuma 1 x 2 tidak masalah," ucapnya saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 17 Januari 2019. 

Menurutnya, dengan sistem pemasangan LED di Jalan Gatot Subroto, MT Haryono, S Parman, Thamrin, Sudirman, dan Rasuna Said, itu juga menyulitkan. Biasanya pelanggan tidak ingin mengeluarkan biaya besar untuk pemasangan iklan. 

"Sebenarnya ada, tapi tidak banyak diproduksi. Klien-klien itu jarang ada yang mau pakai (LED). Karena biaya pasang iklan di situ mahal, bisa MM-an (miliaran)," tutur pengusaha yang bergelut di bidang reklame sejak 1993 itu. 

Baca: Satpol PP DKI Telah Segel 48 Papan Reklame

Ervan menambahkan, apabila Pemprov DKI Jakarta menginginkan dana dari pajak reklame, ia meminta agar perizinan tidak dipersulit. Sebab, dengan dipersulitnya perizinan, pendapatan mereka ikut menurun.

"Pemerintah butuh dana, kita cari uang saja susah. Kita bayar pajak gimana kalau pendapatan susah," jelasnya. 


(DMR)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA