129 Titik Rawan Banjir Ada di Wilayah yang tak Dinormalisasi

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 16 Oct 2018 15:37 WIB
banjir jakartanormalisasi sungai
129 Titik Rawan Banjir Ada di Wilayah yang tak Dinormalisasi
Kepala BBWS Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bambang Hidayah - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Jakarta: Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane mencatat 129 lokasi di Jakarta rawan banjir. Ini lantaran terkendala normalisasi sungai.

Kepala BBWS Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bambang Hidayah menyebut data itu didapat dari hasil refleksi banjir besar yang terjadi pada Febuari 2018 lalu.

"Saya jelaskan kondisinya kepada pak Gubernur, ada yang titik yang perlu dilakukan pengerukan, kalau dibiarkan akan terjadi banjir besar kayak kemarin lagi," kata Bambang saat berbincang dengan Medcom.id, di kantor BBWS, Jakarta Timur, Selasa, 16 Oktober 2018.

Bambang menyebut 129 titik lokasi itu tersebar di sepanjang sungai Ciliwung yang terkendala normalisasi. Diketahui dari target normalisasi sungai Ciliwung sepanjang 33 kilometer (km), baru rampung 16 kilometer. 

"Sebanyak 16 kilometer itu bukan berada di satu titik, tapi menyebar. Lahan yang sudah bebas kita kerjakan, lahan yang belum bebas kita lewati dulu, ada yang sebelah kiri ada yang sebelah kanan dulu," bebe dia. 

Lokasi yang belum dinormalisasi tersebar di beberapa ruas sungai Ciliwung, seperti pintu air Manggarai hingga Kampung Melayu sepanjang 4,79 kilometer; Jembatan Kampung Melayu sampai Jembatan Kalibata 4,15 kilometer. Lalu Jembatan Kalibata sampai Jembatan Condet sepanjang 4,45 kilometer; dan Jembatan Condet sampai Jembatan Tol TB Simatupang sepanjang 4,11 kilometer.

(Baca juga: Warga Minta Sodetan Kali Pesanggrahan Dikeruk)




(REN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA