Bus Berbahan Bakar Gas Terkendala SPBG

Fachri Audhia Hafiez    •    Kamis, 17 May 2018 12:35 WIB
transjakarta
Bus Berbahan Bakar Gas Terkendala SPBG
Bus Transjakarta. Foto: MI/Galih Pradipta.

Jakarta: Kepala Humas PT Transportasi Jakarta Wibowo mengatakan penyediaan bus berbahan bakar gas masih menemui kendala. Salah satunya karena masih minimnya stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). 

"Sarananya masih perlu ditingkatkan. Misalnya stasiun pengisian bahan bakar," kata Wibowo kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

Wibowo menambahkan faktor lainnya adalah produsen bus berbahan bakar gas masih terbatas. Untuk itu, PT TransJakarta masih mengoperasikan bus yang berbahan bakar minyak (BBM).

"Tentu (bus) berbahan bakar minyak, berbahan bakar gas, dan berbahan bakar listrik melengkapi," tutur Wibowo.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengeluhkan kualitas udara di Jakarta yang buruk. Sandi menginginkan seluruh transportasi umum di Jakarta menggunakan bahan bakar gas.

Untuk mendukung mengurangi polusi udara di Ibu Kota, PT TransJakarta telah lama mengoperasikan ratusan bus berbahan bakar gas. Namun, bus tersebut masih terbatas.

"Saat ini, PT TransJakarta mengoperasikan 428 bus berbahan bakar gas," ujar Wibowo.


(OGI)