Djarot Bantah Kabar Bohong Soal Vaksin Kanker Serviks

Intan fauzi    •    Senin, 28 Nov 2016 16:57 WIB
kanker serviks
Djarot Bantah Kabar Bohong Soal Vaksin Kanker Serviks
Wakil Gubernur nonaktif DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat -- MI/Bary Fathahilah

Metrotvnews.com, Jakarta: Isu tidak benar soal vaksin Human Pamillomavirus (HPV) beredar di media sosial. Vaksin untuk mencegah kanker serviks yang diberikan pada siswa kelas 5 SD itu dikabarkan menyebabkan menopouse dini.

Wakil Gubernur nonaktif DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjelaskan, program tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Vaksin itu telah diberikan kepada 63.702 anak.

"Vaksin kanker serviks itu adalah pencegahan supaya anak-anak kita tidak kena kanker serviks," kata Djarot di Rumah Lembang, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

(Baca: 63.702 Anak di DKI Sudah Divaksin Serviks Gratis)

Djarot mengatakan, Jakarta adalah pilot project untuk menjalankan program itu. Vaksin sengaja diberikan kepada siswi kelas 5 SD karena vaksin itu efektif bekerja jika diberikan sebelum orang itu aktif secara seksual.

"Kita memberikan vaksinasi pada anak-anak kita kelas 5 dan 6. Kalau dia vaksin sendiri, biayanya akan mahal," kata Djarot.

Hal senada diungkapkan ahli kebidanan Andrijono. Menurutnya, efek samping vaksin HPV hanya menyebabkan sakit di bagian tubuh yang terkena suntikan.

"Kalau badan panas, itu relatif," ujarnya.

Andrijono menegaskan, vaksin HPV tidak menyebabkan wanita remaja berhenti menstruasi. Lagi pula, tidak ada satu pun bukti dari penelitian yang menunjukan dampak tersebut.

"Vaksin ini tidak mengandung virus. Tapi, mengandung kulit virusnya. Jadi, tidak ada infeksi virus," ungkapnya.

(Baca: Vaksin Kanker Serviks Dijamin tak Sebabkan Menopause)

Sebelumnya, beredar kabar bahwa program vaksin yang diberikan Pemprov DKI akan menimbulkan menopouse dini. Kabar tidak benar itu menuding Pemprov DKI Jakarta ingin menekan populasi penduduk Indonesia supaya warga keturunan Tiongkok bisa masuk.


(NIN)